faktakalbar

Update Bencana BNPB: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Landa NTB, Jatim, Jabar, dan Malut

Penulis: Redaksi Wednesday, 12 November 2025 📖 2 menit
Update Bencana BNPB: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Landa NTB, Jatim, Jabar, dan Malut
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Laporan ini mencakup periode sejak Senin (10/11) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (11/11) pukul 07.00 WIB. Selama periode tersebut, tercatat beberapa peristiwa bencana berupa banjir, angin kencang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Baca Juga: BNPB Catat 32 Bencana di Indonesia dalam Dua Hari, Waspada Cuaca Ekstrem Susulan Bencana ini melanda sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur), Kabupaten Garut (Jawa Barat), serta Kabupaten Halmahera Timur (Maluku Utara). Peristiwa paling fatal dilaporkan terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bencana di Nusa Tenggara Barat (Dompu & Bima) Di Kabupaten Dompu, NTB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kecamatan Kilo pada Senin (10/11) pukul 15.30 Wita menyebabkan air meluap ke permukiman warga di Desa Kramat dan Desa Lasi. Akibat peristiwa ini, sekitar 90 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan satu ruas jalan lintas desa terputus. Sekitar 90 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di Dompu mulai 10 hingga 19 November 2025. Masih di NTB, Kabupaten Bima dilanda banjir dan angin kencang hampir bersamaan pada Senin (10/11). Banjir melanda empat kecamatan (Sanggar, Bolo, Soromandi, dan Wera) akibat hujan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 825 KK atau 2.347 jiwa terdampak, dengan total 739 unit rumah tergenang. Selain itu, tujuh akses jalan terputus dan sejumlah lahan pertanian ikut terendam. Sekitar pukul 14.10 Wita, angin kencang juga melanda Kecamatan Wawo (Desa Pesa dan Desa Maria), menyebabkan 15 KK terdampak dan 15 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Korban Jiwa Akibat Longsor di Jawa Timur Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, banjir terjadi pada Senin (10/11) pukul 17.15 WIB di Kecamatan Gondang. Sekitar 130 KK terdampak, dengan enam rumah terendam air setinggi 30–70 cm. Pada hari yang sama di Kabupaten Magetan, tepatnya di Kecamatan Poncol (pukul 15.30 WIB), terjadi tanah longsor yang memakan korban jiwa. Longsoran tebing di sekitar jalan raya menimpa satu kendaraan roda dua yang melintas, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat. Selain korban jiwa, dua rumah warga terdampak dan satu jembatan mengalami kerusakan. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah berhasil membersihkan material longsoran sehingga akses jalan kembali normal pada hari yang sama. Baca Juga: BNPB: Bencana Hidrometeorologi Landa Tiga Daerah, Banjir Brebes Tewaskan Dua Orang Cuaca Ekstrem di Jawa Barat dan Maluku Utara Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis (6/11) mengakibatkan kerusakan di dua kecamatan (Cilawu dan Banyuresmi). Sebanyak 22 KK atau 84 jiwa terdampak, dengan rincian 4 rumah rusak sedang, 18 rumah rusak ringan, serta satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan sedang. Sementara itu, bencana hidrometeorologi di Indonesia juga tercatat di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Angin puting beliung melanda Kecamatan Maba dan Kota Maba pada Senin (10/11) pukul 13.00 WIT. Sebanyak 7 KK atau 24 jiwa terdampak, dengan 7 rumah mengalami rusak berat. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan, menjaga kebersihan saluran air, dan menghindari aktivitas di sekitar tebing atau aliran sungai saat hujan deras. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK