faktakalbar

Update Longsor Cilacap: 3 Tewas, 20 Masih Hilang, 28 Rumah Akan Direlokasi

Penulis: Redaksi Friday, 14 November 2025 📖 2 menit
Update Longsor Cilacap: 3 Tewas, 20 Masih Hilang, 28 Rumah Akan Direlokasi
Faktakalbar.id, CILACAP - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan berangkat menuju lokasi terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025) sore. Baca Juga: Longsor di Majenang Cilacap: 2 Tewas, 21 Orang Masih Hilang Rencana kehadiran Kepala BNPB tersebut atas arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Misinya adalah untuk memastikan seluruh penanganan longsor Cilacap berjalan secara optimal, terpadu, serta menyeluruh. “Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, kami langsung berangkat ke sana,” ujar Suharyanto usai mengisi materi Senior Disaster Management Training (SDMT) di Gedung INA DRTG, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/11). Sebelumnya, Deputi Bidang Penanganan Darurat (Deputi 3) BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan personel Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom), telah diperintahkan Kepala BNPB untuk berangkat lebih awal hari ini. Setibanya di sana, tim langsung melihat kondisi, memberikan dukungan logistik dan peralatan, serta melakukan koordinasi awal dengan lintas instansi terkait. “Deputi Bidang Penanganan Darurat, Mayjen TNI Budi Irawan sudah hadir di sana hari ini, membawa dukungan logistik dan peralatan,” ungkap Suharyanto. Terkait upaya penanganan darurat bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi topografi perbukitan yang kritis serta tanah labil itu, Kepala BNPB mengatakan bahwa pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) menjadi prioritas utama. Menurut laporan sementara, masih ada 20 orang yang dinyatakan hilang diduga tertimbun material longsoran. Sedangkan tiga orang telah berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Dalam proses SAR itu, sudah ada kurang lebih 200 personel gabungan yang dikerahkan. “Kurang lebih ada 200 personel. Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan,” kata Kepala BNPB. Tim gabungan itu terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, PMI, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat sekitar. “Kami datangkan alat berat, pompa alkon, dan warga di sekitar situ juga kami pastikan kebutuhan dasarnya tercukupi,” imbuhnya. Ke depannya, BNPB juga akan mengambil langkah relokasi kepada warga yang tinggal di wilayah kritis agar lebih aman dan tidak kembali terancam. Menurut Kepala BNPB, masih ada 28 warga yang saat ini tinggal di kawasan rawan bencana tanah longsor. Baca Juga: Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Tanpa Jeda 21 Korban Longsor Majenang Upaya relokasi akan dilakukan setelah upaya penanganan darurat selesai sepenuhnya. “Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Itu pun pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya. Sehingga setelah proses tanggap darurat ini selesai, relokasinya sudah kita siapkan,” jelas Suharyanto. “Kita ungsikan dulu yang berada di titik-titik rawan supaya meninggalkan rumah jangan sampai ada longsor susulan yang mengakibatkan korban tambahan,” tambahnya. Menurut hasil laporan yang dirangkum Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, per Jumat (14/11) pukul 11.16 WIB, data penanganan longsor Cilacap adalah sebagai berikut: Korban Jiwa: 3 orang meninggal dunia (telah dibawa ke RS Majenang) dan 20 lainnya masih dalam proses pencarian. Korban Selamat: 23 jiwa selamat, namun berada di wilayah rawan bencana. 20 di antaranya telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kerugian Material: 12 rumah rusak berat (tertimbun) dan 16 rumah terancam. Lokasi terdampak berada di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Upaya pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun, kondisi cuaca, kondisi tanah yang masih labil, dan minimnya penerangan menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK