Viral Cahaya Biru Hiasi Langit Sebelum Gempa Beruntun Guncang Aceh, Warga Soroti Kejanggalan
Faktakalbar.id, BANDA ACEH –
Masyarakat di wilayah
Aceh Jaya
,
Pidie Jaya
, dan
Aceh Barat
dihebohkan oleh fenomena alam tak biasa yang mendahului serangkaian gempa bumi pada Rabu (31/12/2025).
Baca Juga:
Aceh Diguncang 11 Kali Gempa Sejak Dini Hari, Status Gunung Bur Ni Telong Naik Jadi Siaga
Di tengah kondisi daerah yang masih memulihkan diri dari bencana longsor dan banjir bandang, warga melaporkan adanya penampakan cahaya biru (
blue plasma
) yang melayang di langit sesaat sebelum guncangan terjadi.
Berdasarkan video amatir yang beredar luas di jejaring pesan Telegram, fenomena cahaya biru neon tersebut terekam pada pukul 02.47 WIB.
Cahaya tersebut dilaporkan diam selama kurang lebih delapan menit tanpa disertai suara maupun petir, dalam kondisi langit yang tidak berawan.
"Cahaya itu diam selama 8 menit tepat di atas sesar aktif Aceh Jaya. Tidak ada suara. Tidak ada petir. Tidak ada awan. Hanya biru neon pekat yang terlihat dari 27 video HP berbeda yang beredar di Telegram,
" ungkap narasi yang beredar di masyarakat.
Baca Juga:
Konfirmasi BMKG: Gempa Dangkal M6,3 di Simeulue Aceh Dipicu Zona Megathrust Nias-Simeulue
Kronologi Waktu yang Presisi
Sorotan warga tertuju pada rentang waktu yang presisi antara hilangnya cahaya tersebut dengan terjadinya gempa.
Cahaya biru dilaporkan padam pada pukul 02.55 WIB.
Berselang 14 menit kemudian, tepatnya pukul 03.09 WIB, gempa pertama berkekuatan M4.2 mengguncang, disusul gempa utama M4.4 lima menit berselang dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat total 11 gempa dangkal terjadi secara beruntun.
Spekulasi Aktivitas Non-Alam
Fenomena ini memicu spekulasi luas di kalangan warga.
Beredar analisis liar yang mengaitkan peristiwa ini dengan dugaan aktivitas teknologi frekuensi atau
Triboluminescence
ionosfer yang dipicu pemanasan gelombang
phased-array
ELF.
Narasi yang berkembang di masyarakat menyoroti lokasi episenter gempa yang berada dalam radius kurang dari 50 kilometer dari area konsesi tambang nikel dan lahan
food estate
baru di Aceh Tengah-Gayo Lues.
"Semua radius <50 km dari konsesi tambang nikel dan food estate baru di Aceh Tengah-Gayo Lues... Episenter M4.4 berada 4,7 km dari site blasting tambang nikel PT. Virtue Dragon (China) dan 11 km dari food estate Kementan di Gayo Lues,"
bunyi klaim yang viral tersebut.
Keresahan warga semakin memuncak mengingat wilayah tersebut baru saja mengalami deforestasi masif seluas 48.000 hektar pada periode 2024–2025.
Warga khawatir rentetan bencana ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan dampak dari aktivitas eksploitasi lahan.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.