Viral Insiden Bendera Bulan Bintang, Korban Banjir Aceh Menjerit: "Hentikan Politik, Kami Lelah!"
Faktakalbar.id, BANDA ACEH –
Beredarnya sejumlah video viral yang memperlihatkan dugaan tindakan represif aparat TNI terhadap massa yang membawa bendera Bulan Bintang di
Aceh
memicu reaksi keras publik.
Namun, di tengah polemik tersebut, suara pilu justru terdengar dari para korban bencana banjir yang merasa terabaikan akibat fokus isu yang bergeser ke ranah politik.
Baca Juga:
Warga Aceh Kibarkan Bendera GAM di Tengah Bencana Banjir
Sejumlah pihak mengecam aksi kekerasan yang diduga dilakukan anggota TNI terhadap peserta aksi dan rombongan pembawa bantuan yang turut mengibarkan bendera identik dengan
Gerakan Aceh Merdeka
(GAM) tersebut.
Di sisi lain, para pengungsi korban banjir mengaku risau dengan situasi ini.
Muhammad, seorang korban banjir di Bireuen, meminta elit politik dan aparat untuk menahan diri dan kembali fokus pada penanganan bencana.
“Saya sangat khawatir bila isunya berubah ke politik murni. Siapa yang akan mengurus korban bencana? Saya dan keluarga, serta teman-teman yang lain sesama pengungsi, sudah lelah hidup di bawah tenda. Mohon hentikan pertikaian politik,”
ungkap Muhammad dengan nada lelah.
Desakan Tindakan Tegas
Insiden yang terekam dalam video memperlihatkan ketegangan di lapangan, termasuk dugaan bentrokan saat pembubaran massa di
Aceh Utara
.
Hal ini memantik reaksi dari organisasi hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang menilai tindakan tersebut melanggar HAM.
Baca Juga:
Kibarkan Bendera GAM, Iring-iringan Pengantar Bantuan di Aceh Utara Dibubarkan Aparat
Mereka mendesak Panglima TNI untuk mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang terbukti melakukan kekerasan.
"Sejumlah organisasi hukum dan hak asasi manusia (HAM) ramai-ramai mengecam 'tindakan represif' TNI yang sampai melukai warga. Panglima TNI diminta melakukan tindakan tegas terhadap anggotanya karena tindakan mereka dinilai 'melanggar HAM',
" tulis laporan terkait insiden tersebut.
TNI: Hanya Salah Paham
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Pusat Penerangan (Puspen) TNI memberikan klarifikasi.
Pihak TNI mengklaim bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman di lapangan dan menegaskan bahwa situasi saat ini telah kembali kondusif.
"Sementara itu Pusat Penerangan (Puspen) TNI mengklaim kejadian itu terjadi karena 'salah paham' dan kondisi sudah kembali 'damai',"
jelas pernyataan resmi TNI.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.