faktakalbar

Viral! Petugas SPBU Shell Jualan Kopi, Aksi Adaptif Saat Dibayangi Ancaman PHK

Penulis: Redaksi Wednesday, 17 September 2025 📖 1 menit
Viral! Petugas SPBU Shell Jualan Kopi, Aksi Adaptif Saat Dibayangi Ancaman PHK
Faktakalbar.id, JAKARTA - Sebuah fenomena unik terlihat di salah satu SPBU Shell di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Dua petugas berseragam Shell tak hanya melayani pengisian bahan bakar, tetapi juga menjual minuman kemasan. Baca Juga: Supir Ekspedisi Keluhkan Sulitnya Isi BBM di SPBU Balai Belungai: Mobil Siluman Dah Duluan Dapat! Mereka berdiri di depan meja kecil yang mempromosikan kopi dan matcha dalam kemasan literan. “1 Liter Coffee/Matcha Rp60.000 – Rp80.000. 250 ml Ice Coffee/Matcha Rp25.000. Menerima pesanan, free ice cube,” demikian tulisan yang tertera pada papan promosi di SPBU tersebut. Aksi ini menarik perhatian karena terjadi di tengah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantui sektor energi, terutama di SPBU swasta. Seringnya kekosongan stok BBM akibat perubahan aturan impor membuat beberapa SPBU Shell kehilangan aktivitas utama mereka. Kondisi ini mendorong para petugas untuk berinovasi mencari penghasilan tambahan, seperti berjualan kopi literan dan minuman siap saji. Baca Juga: SPBU Desa Kapur Jelaskan Bahwa Truk Tangki Mengakut Pertalite, Bukan Solar Fenomena ini viral di media sosial dan mendapat simpati dari warganet. Banyak yang terharu melihat semangat para pegawai SPBU yang tetap berjuang di tengah tantangan yang dihadapi perusahaan. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membantah tudingan adanya pembatasan impor BBM untuk SPBU swasta. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menambah kuota impor menjadi 110 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Sudah kita berikan kuota impor 110 persen dibandingkan 2024,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta. Bahlil menambahkan, jika masih ada kekurangan pasokan, pemerintah menyarankan SPBU swasta untuk menjalin kerja sama dengan Pertamina. Tujuannya agar distribusi dan ketersediaan BBM tetap terjaga. Namun, ketika ditanyai lebih lanjut oleh media, Bahlil memilih untuk tidak memberikan komentar. Baca Juga: Terkuak! Modus Indikasi Penyelewengan Solar Subsidi (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK