faktakalbar

Wabup Sanggau Geram, Desak Penghentian Tambang Emas Ilegal di Sungai Kapuas

Penulis: Redaksi Saturday, 31 May 2025 📖 1 menit
Wabup Sanggau Geram, Desak Penghentian Tambang Emas Ilegal di Sungai Kapuas
Faktakalbar.id, SANGGAU - Pemerintah Kabupaten Sanggau menegaskan sikap keras terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang masih marak di sepanjang aliran Sungai Kapuas. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, secara terbuka meminta agar seluruh kegiatan PETI dihentikan, menyusul banyaknya laporan masyarakat yang resah dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan. “Saya minta STOP dulu, jangan ada lagi aktivitas yang mencemari sungai,” tegas Susana saat dikonfirmasi melalui sambungan selular WhatsApp pada Kamis (29/5/2025). Baca Juga: PETI di Sungai Kapuas Makin Marak, Warga Desak Pemkab dan Polres Sanggau Bertindak Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Susana mengaku menerima banyak aduan dari masyarakat, baik secara langsung saat berkunjung ke kampung-kampung di bantaran Kapuas, maupun melalui pesan pribadi. Keluhan warga mencakup suara bising dari mesin tambang, air sungai yang tak lagi layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, hingga kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan. “Kalau saya turun ke kampung di tepi Sungai Kapuas, selalu ada keluhan. Ada yang bilang tak bisa lagi cuci sayur pakai air sungai, ada juga yang terganggu karena suara bising. Bahkan ada warga yang bilang anak-anak mereka takut mandi di sungai,” ungkapnya. Baca Juga: Jaringan PETI di DAS Kapuas Berani Lawan Larangan APH   Sungai Kapuas yang merupakan urat nadi kehidupan warga di Kabupaten Sanggau kini terancam rusak secara permanen bila penambangan ilegal tidak segera dihentikan. Selain menyebabkan kerusakan ekosistem air dan sedimentasi berat, penggunaan merkuri dalam proses pemurnian emas juga mengancam kesehatan masyarakat. (Tim) Baca Juga: Sengketa Lokasi PETI, Penambang Lokal Diintimidasi Aparat Berseragam

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK