faktakalbar

Wagub Krisantus dan Bupati Ontot Resmikan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru di Entikong

Penulis: Redaksi Wednesday, 12 November 2025 📖 2 menit
Wagub Krisantus dan Bupati Ontot Resmikan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru di Entikong
Faktakalbar.id, SANGGAU – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan , menghadiri peresmian Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru di Dusun Sontas, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Selasa (11/11/2025). Peresmian ini dilakukan langsung oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, serta dihadiri sejumlah Kepala OPD Provinsi Kalbar, perangkat daerah Kabupaten Sanggau, Forkopimcam Entikong, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat. Baca Juga: Krisantus Hadiri Peresmian Patung Pangrang Dat Nayau, Tokoh Disegani Era Konfrontasi Malaysia Dalam sambutannya, Wagub Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa Entikong, sebagai wilayah perbatasan, merupakan beranda terdepan NKRI. Oleh karena itu, pelestarian budaya dan kearifan lokal menjadi simbol keteguhan jati diri masyarakat Kalimantan Barat. “Selamat atas diresmikannya Rumah Betang Bidayuh Labak. Dengan adanya rumah betang ini, kita berharap aktivitas sosial dan budaya masyarakat, khususnya masyarakat Dayak, dapat berkembang lebih baik, lebih terstruktur, dan semakin optimal,” ujarnya. Bagi Krisantus, rumah betang bukan sekadar bangunan fisik, tetapi lambang persatuan dan kebersamaan. Ia menyebut betang sebagai tempat adat dipelihara, keputusan dimusyawarahkan, dan generasi muda ditempa agar tetap berakar pada budayanya. Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi, banyak tradisi mulai tergerus. Krisantus pun mengajak generasi muda untuk memahami, menghormati, dan melestarikan budaya Dayak, sambil tetap membuka diri pada inovasi. “Budaya adalah identitas. Maka menjadi keharusan bagi kita untuk terus menggali kembali warisan nenek moyang agar tidak hilang ditelan zaman,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyoroti prosesi adat penyambutan berupa pemotongan "ompong" (bambu) di gerbang masuk, lengkap dengan mantra adat. Ia menekankan pentingnya dokumentasi tradisi lisan tersebut agar tidak punah. Baca Juga: Wagub Krisantus Luncurkan Konverter BBM ke BBG Pertama untuk Nelayan, Petani, dan UMKM di Kalbar “Jika mantra itu tidak ditulis, saya yakin beberapa tahun ke depan generasi muda akan sulit melakukannya kembali. Bahasa, mantera, dan tata cara adat harus diwariskan secara turun-temurun dan dibukukan agar tidak punah,” katanya. Sementara itu, Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menegaskan bahwa keberadaan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru menjadi wadah yang menyatukan pemikiran, tindakan, dan kebersamaan masyarakat. “Ini adalah aset budaya yang harus kita jaga. Rumah betang mengajarkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan masyarakat yang bersatu dalam semangat budaya akan selalu kokoh menghadapi perubahan zaman,” jelas Ontot. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK