faktakalbar

Wakil Gubernur Kalbar Buka Pekan Gawai Dayak XII, Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya

Penulis: Redaksi Thursday, 17 July 2025 📖 2 menit
Wakil Gubernur Kalbar Buka Pekan Gawai Dayak XII, Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
Faktakalbar.id, SINTANG - Wakil Gubernur Kalimantan Barat , Krisantus Kurniawan dampingi Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) XII di Rumah Betang Tampun Juah, Kabupaten Sintang, pada Rabu (16/7/2025). Perayaan budaya tahunan ini menjadi momen penting yang memperkuat persatuan masyarakat Dayak dari berbagai wilayah. Baca Juga: Pekan Gawai Dayak Ke-3 Kecamatan Binjai Hulu Resmi Dibuka, Wujud Pelestarian Budaya Lokal Krisantus menekankan bahwa PGD bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga bentuk syukur atas berkat dan hasil kerja masyarakat selama setahun terakhir. “Gawai ini adalah cara kita bersyukur. Bukan sekadar makan dan musik, tetapi warisan budaya yang harus kita jaga agar tidak punah di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi,” tegas Wakil Gubernur Krisantus. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk terus menjaga serta melestarikan budaya Dayak sebagai identitas yang tak ternilai harganya. Dalam kesempatan itu, Krisantus juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi Kalimantan Barat, seperti kemiskinan, infrastruktur terbatas, dan ketimpangan pelayanan dasar di daerah pelosok. Sebagai mantan anggota DPR RI, Krisantus menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Baca Juga: Wabup Kapuas Hulu Tutup Pekan Gawai Dayak Seberuang Ke-III di Silat Hulu Ia menyampaikan bahwa pembangunan harus tetap berpedoman pada keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal. “Sumber daya alam kita harus dikelola dengan bijak demi kesejahteraan rakyat, namun jangan abaikan kelestarian lingkungan dan budaya lokal,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herculanus Bala juga menyampaikan sejumlah realitas sosial yang dihadapi masyarakat Dayak, terutama terkait dengan pertambangan emas rakyat dan isu lingkungan hidup. “Kalau tidak ada kerja emas, usaha-usaha yang ada ini banyak yang belum dibuka, sudah tutup. Jadi tolong dipahami, ini bukan berarti kita mau merusak alam. Ini soal realitas hidup masyarakat kami,” ujar Gregorius. Bupati juga menyoroti fenomena kelompok tani yang muncul hanya ketika ada bantuan pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk lebih serius mengembangkan pertanian dan kewirausahaan mandiri. “Kalau kita sudah jadi petani dan pengusaha yang hebat, maka gawai kita akan lebih bermakna, karena ada yang benar-benar disyukuri,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan selama PGD berlangsung. “Saya harap ramai, tapi aman. Kalau tidak ramai, bukan gawai namanya. Tapi kalau tidak aman, tidak pantas kita rayakan,” tegas Bupati Sintang. Selain prosesi adat dan pentas budaya, PGD XII juga menjadi ruang penguatan ekonomi lokal. Banyak pelaku UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Baca Juga: Gawai Dayak Sanggau ke-21, Simbol Persatuan dan Warisan Budaya Salah satunya Nini Tresya, pedagang yang menyewa tempat selama empat hari dengan tarif Rp2,5 juta. Ia mengaku senang dengan antusiasme pengunjung. “Masyarakat sangat ramai dan antusias. Persatuannya kuat. Harapannya ke depan, semoga pemerintah lebih memperhatikan fasilitas seperti jalan yang masih becek-becek di belakang,” ujarnya. Pekan Gawai Dayak ke-12 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum refleksi dan konsolidasi masyarakat Dayak terhadap tantangan zaman yang terus berubah. Baca Juga: Pekan Gawai Dayak Sintang Ke-12 Tahun 2025 Akan Dilaksanakan Selama 4 Hari (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK