Warga Bisa Sedikit Lega, BMKG Sebut Potensi Banjir di Sintang Masih Kategori Aman
Faktakalbar.id, SINTANG
– Kekhawatiran masyarakat mengenai ancaman banjir besar di pengujung tahun mendapatkan respons dari
otoritas
meteorologi setempat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sintang memastikan bahwa berdasarkan data terkini, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir di wilayah Kabupaten Sintang masih dalam kategori aman.
Forecaster Senior BMKG Sintang, Syahbudin, mengungkapkan bahwa hasil analisis pemantauan cuaca per pertengahan Desember 2025 menunjukkan intensitas curah hujan yang relatif normal.
Belum terdeteksi adanya
anomali
cuaca ekstrem yang menjadi pemicu utama meluapnya sungai-sungai besar di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Bibit Siklon 91S Terpantau di Barat Lampung, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
"Kondisi yang kita lihat sekarang masih dalam batas normal. Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap potensi banjir hanya karena hujan tinggi di daerah hilir," ujar Syahbudin dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Data Curah Hujan Belum Masuk Kategori Ekstrem
Berdasarkan data monitoring hujan periode Senin (1/12/2025) hingga Kamis (11/12/2025), intensitas hujan memang terjadi namun belum melampaui ambang batas bahaya.
Sebagai pembanding, curah hujan tertinggi sempat tercatat di wilayah Kapuas Hulu pada awal Desember, yakni sebesar 76,6 mm.
Angka ini masih jauh di bawah standar kategori hujan ekstrem yang ditetapkan BMKG, yakni di atas 100 mm per hari.
Wilayah penyangga lainnya seperti Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, juga terpantau hanya mengalami hujan intensitas ringan.
Data ini menjadi indikator bahwa debit air yang masuk ke pertemuan Sungai Kapuas dan Melawi di Sintang belum dalam volume yang mengkhawatirkan.
Waspada Puncak Musim Hujan
Meski data saat ini menunjukkan tren positif, BMKG tetap memberikan catatan peringatan.
Periode Desember hingga Februari merupakan fase puncak musim penghujan di Kalimantan Barat.
Syahbudin menjelaskan, skenario banjir besar di Sintang biasanya terjadi jika ada sinkronisasi curah hujan tinggi di tiga zona sekaligus: hulu (Kapuas Hulu), tengah (Sintang/Melawi), dan hilir (Sanggau/Sekadau).
"Yang harus kita waspadai adalah apabila hujan tinggi di daerah hulu, tinggi di pertengahan khususnya Sintang, dan tinggi juga di daerah hilir. Kondisi serentak seperti itu yang berpotensi menimbulkan banjir," tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi bencana, warga yang bermukim di bantaran sungai dan area cekungan diminta untuk tetap proaktif menjaga kebersihan saluran air lingkungan.
Masyarakat juga diimbau untuk memantau perkembangan cuaca harian melalui kanal resmi aplikasi BMKG agar tidak termakan isu hoaks mengenai bencana banjir.
Baca Juga:
La Niña Mulai Berkembang, BMKG Sintang Ungkap Tiga Faktor Pemicu Puncak Musim Hujan
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.