Warga Penyelimau Demo PT MJM Tuntut Uang Debu
Faktakalbar.id, SANGGAU -
Ketegangan menyelimuti wilayah pertambangan di
Kabupaten Sanggau
saat masyarakat
Desa Penyelimau Jaya
menggelar aksi demonstrasi damai. Warga turun ke jalan untuk menuntut pertanggungjawaban
PT Marbelia Joejac Mining
(MJM) atas dampak operasional perusahaan tersebut.
Massa aksi menyoroti kerusakan lingkungan yang semakin parah di sekitar tempat tinggal mereka. Salah satu pemicu utama kemarahan warga adalah kondisi Bukit Tunggal yang kini nyaris habis akibat aktivitas pengerukan tambang yang masif.
Baca Juga:
Cium Bau Menyengat, Pasutri di Sanggau Temukan Jenazah di Tengah Kebun Sawit
4 Tuntutan Utama Warga
Dalam aksi tersebut koordinator lapangan dan perwakilan warga menyampaikan empat poin tuntutan kepada manajemen PT MJM. Berikut adalah rincian masalah yang warga desak untuk segera selesai:
Realisasi Uang Debu
Masyarakat menagih kejelasan mengenai uang debu sebagai bentuk kompensasi atas polusi udara yang mereka hirup setiap hari akibat aktivitas tambang.
Kejelasan Jalan Produksi Sawit
Petani sawit memprotes penggunaan jalan produksi sepanjang kurang lebih 2 kilometer oleh pihak perusahaan. Jalan yang warga bangun untuk pertanian kini beralih fungsi menjadi jalur operasional tambang sehingga mengganggu aktivitas panen warga.
Status Kepemilikan Bukit Tunggal
Warga mempertanyakan legalitas dan status kepemilikan Bukit Tunggal. Masyarakat mengklaim bahwa bukit tersebut adalah milik tiga desa sehingga penguasaan sepihak oleh perusahaan menimbulkan tanda tanya besar.
Transparansi Kontribusi Perusahaan
Massa menuntut transparansi kontribusi PT MJM bagi warga Desa Penyelimau Jaya. Keresahan ini muncul setelah warga mengetahui bahwa Bukit Tunggal hampir habis karena dugaan penjualan oleh oknum dari Desa Tapang Dulang ke pihak perusahaan.
Baca Juga:
Jalan Simpang Empirit Sanggau Terendam Banjir Karena Hujan Deras
Masyarakat Penyelimau Jaya berharap PT MJM segera memberikan jawaban konkret atas aspirasi ini agar konflik agraria dan lingkungan ini tidak berlarut-larut.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.