faktakalbar

Warga Pertanyakan Janji, Jembatan Sungai Bayan Selalu Diusulkan Tapi Tak Ada Realisasi

Penulis: Redaksi Tuesday, 04 November 2025 📖 1 menit
Warga Pertanyakan Janji, Jembatan Sungai Bayan Selalu Diusulkan Tapi Tak Ada Realisasi
Faktakalbar.id, SANGGAU – Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Sungai Empelas, Desa Sungai Tekam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau , Filius Lemio, menyuarakan keluhan warganya. Ia menyoroti kondisi Jembatan Sungai Bayan yang menurutnya sudah sangat tidak layak digunakan dan membahayakan keselamatan. Baca Juga: Akses 2 Kecamatan Terancam Putus, Jembatan Rusak Ini Jadi ‘Pajangan’ di Depan Kantor Camat Meranti Jembatan tersebut, kata Filius, seakan luput dari perhatian pemerintah meskipun usianya sudah sangat tua. “Sejak tahun 1978 sampai sekarang belum pernah diperhatikan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” kata Filius Lemio, Senin (3/11/2025). Padahal, lanjutnya, jembatan sepanjang 40 meter tersebut tidak pernah absen diusulkan oleh pemerintah desa, baik melalui Musdes maupun Musrenbang Kecamatan. Namun, realisasinya tidak pernah ada. Kekecewaan warga semakin memuncak karena wilayah mereka, yang berada di perbatasan negara, justru sering dikunjungi pejabat. Namun, kunjungan itu tidak membawa perubahan infrastruktur yang diharapkan. “Apalagi di tempat kami ini sering kedatangan Pejabat, baik Bupati, Wakil Bupati, Anggota DPRD maupun pejabat tingkat Provinsi maupun Pemerintah pusat, tapi sama sekali belum ada perhatian,” ujarnya dengan nada kecewa. Sebagai salah satu wilayah perbatasan RI dengan Malaysia, Filius Lemio merasa Dusun Sungai Empelas sangat tertinggal dibandingkan dusun lainnya, terutama dalam hal ketersediaan infrastruktur. “Terkadang iri juga kita melihat pembangunan di Negara tetangga kita Malaysia yang sangat jomplang dengan wilayah kita,” ucapnya. Ia menekankan bahwa Jembatan Sungai Bayan bukan sekadar penghubung biasa. Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian yang vital bagi empat dusun sekaligus, yakni Dusun Perimpah, Sungai Empelas, Sungai Beruang, dan Sungai Tekam. “Mulai dari hasil pertanian, akses menuju sekolah untuk anak-anak perbatasan hingga akses menuju fasilitas kesehatan di Puskemas Sekayam,” ungkapnya. Sebagai Kawil, Filius Lemio sangat berharap Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dapat segera menganggarkan pembangunan jembatan tersebut. Baca Juga: Personel TNI dan Warga Bahu Membahu Perbaiki Jembatan Rusak di Nanga Mahap Ia khawatir jika terus dipaksakan untuk dilewati, jembatan akan jebol dan menimbulkan korban jiwa. “Karena kalau dipaksakan khawatirnya jebol hingga menimbulkan korban, itu yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK