Warga Sanggau Ditemukan Tewas di Area Perkebunan Sawit, Diduga Akibat Digigit Ular
Faktakalbar.id - Seorang pria berinisial AD (56) ditemukan tewas tengkurap di kawasan Blok K13 Afdeling 6 PT Mitra Karya Sentosa, Kabupaten Sanggau, pada Minggu. Jasad warga Dusun Sungai Daun tersebut pertama kali ditemukan oleh tiga warga yang hend…
Faktakalbar.id - Seorang pria berinisial AD (56) ditemukan tewas tengkurap di kawasan Blok K13 Afdeling 6 PT Mitra Karya Sentosa, Kabupaten Sanggau, pada Minggu.
Jasad warga Dusun Sungai Daun tersebut pertama kali ditemukan oleh tiga warga yang hendak memancing sekitar pukul 12.30 WIB.
Saksi mata terkejut melihat korban terbaring tidak bernyawa di sebelah pukat yang berisi tangkapan ikan serta beberapa ekor ular.
Warga yang menemukan korban langsung meminta bantuan pemukim sekitar sebelum melaporkan insiden nahas tersebut ke Mapolsek Sekayam.
Petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 16.30 WIB untuk melakukan pengamanan lokasi serta menggali keterangan para saksi.
Hasil pemeriksaan medis awal di Puskesmas Balai Karangan menunjukkan adanya pembengkakan hebat pada bagian tangan kanan korban.
Tim medis juga menemukan kondisi kulit melepuh serta pembengkakan pada area mata yang diduga kuat akibat paparan racun mematikan.
Kapolsek Sekayam Sutikno mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan fisik yang ditemukan pada tubuh korban.
“Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan TKP. Kami juga meminta keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian serta memastikan penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya.
Petugas menemukan sedikitnya empat ekor ular yang berkeliaran di dekat pukat serta di sekitar area penemuan jasad korban.
Polisi mengindikasikan gigitan satwa berbisa sebagai dugaan awal penyebab tewasnya pria paruh baya tersebut di areal perkebunan.
“Dari pemeriksaan fisik awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat pembengkakan pada tangan kanan dan sejumlah kondisi fisik lain yang perlu dicermati. Dugaan mengenai gigitan ular masih berdasarkan temuan awal dan tidak boleh disimpulkan secara sepihak sebagai penyebab pasti kematian,” kata Sutikno.
Pihak keluarga menyatakan menolak opsi autopsi dan menerima peristiwa yang menimpa korban murni sebagai musibah.
Jenazah korban kini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dibawa ke kampung halaman di Desa Malenggang guna dimakamkan.
Aparat mengingatkan warga yang beraktivitas di dalam kawasan perkebunan kelapa sawit untuk senantiasa mewaspadai keberadaan satwa liar berbisa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di area perkebunan, semak, maupun lokasi yang memungkinkan menjadi habitat satwa liar. Apabila menemukan situasi darurat atau kejadian serupa, segera laporkan kepada kepolisian atau pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkas Sutikno.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.