Warga Sanggau Tewas Tenggelam Dalam Lubang Batu Saat Nyari Ikan di Riam Laverna
Faktakalbar.id - Seorang pencari ikan berinisial MD alias MK ditemukan tewas tenggelam di aliran Riam Laverna, Jalan Sabang Merah II, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (4/9/2026) pagi.
Faktakalbar.id - Seorang pencari ikan berinisial MD alias MK ditemukan tewas tenggelam di aliran Riam Laverna, Jalan Sabang Merah II, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (4/9/2026) pagi.
Korban yang merupakan warga Desa Tumbuk Pisang tersebut sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus saat menyelam pada Kamis (3/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Insiden bermula ketika korban bersama dua rekannya, Agus Santoso dan Budi, berangkat menuju area riam untuk mencari ikan menggunakan senapan khusus.
Ketiganya sempat berpindah posisi menyelam ke area bawah jembatan Riam Laverna sebelum korban mendadak hilang di dalam celah berbatu.
Korban diketahui nekat menyelam ke sebuah lubang batu di dasar aliran air dan tidak kunjung muncul kembali ke permukaan sungai.
Dua rekan korban yang menyadari bahaya sempat berupaya melakukan pencarian mandiri namun gagal menemukan keberadaan korban.
Pencarian darurat kemudian melibatkan tim gabungan dari BPBD Sanggau, kepolisian, damkar, serta warga lokal sejak Kamis malam.
Kapolsek Kapuas Marianus mengonfirmasi kronologi awal lenyapnya korban di dalam lubang batu aliran riam tersebut.
“Setelah korban menyelam ke dalam lubang batu, saksi menunggu cukup lama, tetapi korban tidak kunjung muncul ke permukaan. Agus Santoso bersama Budi kemudian berupaya mencari korban di sekitar lubang tempat korban menyelam, namun belum berhasil menemukannya,” kata Marianus, Minggu (6/9/2026).
Penyisiran intensif tim gabungan akhirnya membuahkan hasil pada Jumat pagi sekitar pukul 10.45 WIB setelah menyisir sekitar titik awal penyelaman.
Jasad korban langsung dievakuasi menuju RSUD M.Th. Djaman Sanggau untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.