Wayang di Kota Majemuk: Paguyuban Jawa Dorong Jadi Media Pendidikan Karakter
Faktakalbar.id, SINGKAWANG
-
Paguyuban Jawa Kota Singkawang
mendorong kesenian wayang tidak hanya dipertahankan sebagai hiburan tradisional, tetapi juga dikembangkan sebagai media pendidikan karakter dan pembentukan moral generasi muda di tengah masyarakat yang majemuk, Senin (10/11/25).
Baca Juga:
Lahan 45 Hektare di Singkawang Timur Disulap Jadi Kawasan Wisata Terpadu Saung Timur
Hal ini disampaikan Ketua Paguyuban Jawa Kota Singkawang, Sutopo Aryanto, dalam pagelaran wayang yang digelar untuk memperingati Hari Wayang Nasional di Gedung Happy Building, Minggu (9/11).
“Kegiatan ini menjadi ruang refleksi akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah perubahan zaman,”
ujarnya.
Menurut Sutopo, di setiap kisah dan tokoh wayang tersimpan pesan moral yang mendalam tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang bijak.
Nilai-nilai ini dinilai sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda agar memiliki karakter kuat.
“Wayang mengajarkan tentang kebaikan yang selalu mengalahkan kejahatan, tentang pengorbanan, dan pentingnya menjadi manusia yang berbudi. Pesan-pesan itu tidak pernah usang,”
katanya.
Sutopo juga menekankan, di tengah keberagaman etnis dan budaya di
Kota Singkawang
, seni wayang memiliki kekuatan untuk mempererat kebersamaan dan bisa menjadi jembatan budaya.
“Wayang bukan hanya milik masyarakat Jawa. Ini warisan bangsa yang bisa dinikmati semua kalangan, menjadi jembatan budaya di kota yang majemuk seperti Singkawang,”
ujarnya.
Baca Juga:
Altar Sam Bong Lin Than di Singkawang Barat Terbakar Dini Hari, Diduga Korsleting Listrik
Ia menjelaskan, pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (2003) serta penetapan Hari Wayang Nasional (Keppres Nomor 30 Tahun 2018) menjadi momentum penting untuk kembali menghidupkan peran wayang.
Paguyuban Jawa Kota Singkawang, lanjutnya, berkomitmen memperkenalkan seni wayang kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif dan kolaborasi.
“Wayang dapat terus hidup jika menjadi bagian dari pendidikan dan kehidupan masyarakat sehari-hari,”
kata Sutopo.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.