25 Warga Kapuas Hulu Meninggal Akibat HIV-AIDS Sejak 2016, Kasus Terus Bertambah di 2025
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU -
Sejak tahun 2016 hingga Juni 2025, sebanyak 25 orang di Kabupaten Kapuas Hulu meninggal dunia akibat HIV-AIDS.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, total terdapat 139 orang yang terdata sebagai pengidap HIV selama periode tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 orang menjalani pengobatan secara teratur. Namun, 31 orang tercatat gagal mengikuti pengobatan lanjutan, sementara 9 orang lainnya belum bisa memulai pengobatan karena mengalami penyakit penyerta.
Baca Juga:
Puskesmas Sungai Durian Minta Lakukan Pemeriksaan Bersama Pasangan Jika Sudah Terjangkit Virus IMS
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PP KB Kapuas Hulu, Kastono, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menekan angka penyebaran HIV melalui edukasi dan layanan kesehatan.
“Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko HIV dan cara mencegah penyebarannya,” ujar Kastono.
Ia menyebutkan bahwa Dinkes PP KB telah melakukan kampanye edukasi mengenai seks yang aman, penggunaan kondom, serta pentingnya pengujian HIV secara rutin.
Selain edukasi, Dinkes juga menyediakan layanan tes dan konseling di 23 puskesmas serta tiga rumah sakit di Kapuas Hulu, yaitu RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, RS Semitau, dan RS Badau.
“Pengujian ini penting untuk mendeteksi infeksi HIV sejak dini, sehingga langkah penanganan dapat segera diambil,” tambah Kastono.
Untuk akses pengobatan, pengidap HIV mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) di tujuh fasilitas kesehatan: RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, Puskesmas Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Badau, Kalis, Jongkong, dan Semitau.
Baca Juga:
Tanggulangi HIV/AIDS, Perlu Intervensi Laki-laki Pembeli Seks
“Kami menyediakan ARV kepada semua penderita HIV yang membutuhkan,” tegas Kastono.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan psikososial bagi orang dengan HIV (ODHIV) agar tidak putus berobat karena stigma dan tekanan sosial yang mereka alami.
Penyebaran di 11 Kecamatan, Kasus Baru Capai 19 di 2025
Hingga Mei 2025, Kapuas Hulu mencatat 19 kasus baru HIV yang tersebar di 11 kecamatan.
Putussibau Selatan mencatat kasus tertinggi dengan 5 orang, diikuti Putussibau Utara dan Embaloh Hilir masing-masing 3 orang. Kecamatan lainnya masing-masing melaporkan 1 kasus, termasuk Boyan Tanjung, Hulu Gurung, Kalis, Silat Hulu, Bika, Jongkong, Pengkadan, dan Badau.
Sementara itu, pada tahun 2024, terdapat 32 kasus baru yang juga menyebar di berbagai kecamatan. Angka kematian ODHIV di 2024 mencapai 4 orang, sedangkan di 2025 hingga Mei tercatat 2 kematian.
Penyebaran HIV di Kapuas Hulu terutama terjadi pada empat populasi kunci: lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria (transgender), pekerja seks perempuan (PSP), dan pengguna narkoba suntik (penasun).
Baca Juga:
Kasus HIV/AIDS di Ketapang Meningkat
Tag:
#kalbar
#edukasi HIV
#kampanye HIV
#Dinas Kesehatan Kapuas Hulu
#pengobatan ARV
#kasus HIV Kalbar
#HIV-AIDS
#Media Online Kalbar
#Media Kalbar
#FaktaKalbar.id
#berita kapuas hulu
#kapuas hulu
#Kalimantan Barat
#layanan kesehatan Kapuas Hulu
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.