3 Prajurit TNI Gugur Diserang Israel di Lebanon, 5 Luka-Luka
Faktakalbar.id, JAKARTA -
Sebanyak tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S/
UNIFIL
dilaporkan gugur, sementara lima lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di
Lebanon Selatan
, Selasa (31/03/2026).
Baca Juga:
Dua Jurnalis Lebanon Tewas Akibat Serangan Rudal Israel di Wilayah Selatan
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa insiden fatal yang merenggut nyawa tiga prajurit tersebut terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir di wilayah konflik Lebanon Selatan.
Berdasarkan laporan media
The Cradle
yang turut melampirkan foto hancurnya kendaraan operasional berlambang PBB yang ditumpangi personel TNI, insiden mematikan itu diidentifikasi sebagai serangan Israel di Jalan Markaba-Bani Hayyan.
Sebelumnya, petugas
United Nations Interim Force in Lebanon
(UNIFIL) telah berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah personel TNI yang gugur pada Senin (30/03/2026).
Hingga Selasa (31/03/2026), total delapan personel TNI—mulai dari tingkat perwira, bintara, hingga tamtama—tercatat menjadi korban dalam penugasan misi perdamaian ini.
Baca Juga:
Cegah Api Merembet ke Permukiman, TNI dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Lahan di Selakau Timur
Sebagai bentuk penghormatan negara, perundang-undangan dan peraturan di lingkungan TNI menetapkan bahwa prajurit yang gugur dalam masa penugasan akan mendapatkan penganugerahan kenaikan pangkat anumerta satu tingkat lebih tinggi.
Berikut adalah daftar delapan personel TNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut:
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (Gugur)
Sertu Muhammad Nur Ichwan (Gugur)
Praka Farizal Rhomadhon (Gugur)
Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana (Luka Berat)
Praka Deni Rianto (Luka Berat)
Praka Rico Pramudia (Luka Berat)
Praka Bayu Prakoso (Luka Ringan)
Praka Arif Kurniawan (Luka Ringan)
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.