faktakalbar

5 Tradisi Unik Masyarakat Kapuas Hulu yang Memesona dan Sarat Makna Budaya

Penulis: Redaksi Wednesday, 25 February 2026 📖 2 menit
5 Tradisi Unik Masyarakat Kapuas Hulu yang Memesona dan Sarat Makna Budaya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Kabupaten Kapuas Hulu yang dijuluki "Bumi Uncak Kapuas" tidak hanya terkenal dengan keindahan alam Danau Sentarum atau rimbunnya hutan tropis. Wilayah di ujung timur Kalimantan Barat ini juga menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa dari perpaduan harmonis masyarakat adat Dayak dan Melayu. Bagi Anda yang menyukai wisata budaya dan ingin mengenal lebih dekat gaya hidup masyarakat pedalaman Kalimantan, mengeksplorasi kebiasaan adat setempat adalah sebuah pengalaman yang berharga. Berikut adalah 5 tradisi unik masyarakat Kapuas Hulu yang masih terjaga kelestariannya hingga kini: Baca Juga:  Data Tak Tepat Sasaran, 20 Ribu Peserta PBI BPJS Kesehatan Kapuas Hulu Dinonaktifkan 1. Perayaan Gawai Makai Taun Gawai Makai Taun adalah salah satu perayaan terbesar bagi masyarakat adat Dayak, khususnya subsuku Iban di Kapuas Hulu. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Petara (Tuhan) atas hasil panen padi yang melimpah. Dalam perayaan ini, masyarakat akan berkumpul di betang (rumah panjang) mengenakan pakaian adat lengkap, menyajikan makanan tradisional, dan melakukan berbagai ritual adat serta tarian yang bisa berlangsung selama beberapa hari. 2. Panen Madu Hutan ( Lalau dan Tikung ) Masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum memiliki cara unik dan ramah lingkungan dalam memanen madu hutan. Mereka menggunakan teknik Lalau (memanen dari pohon tinggi yang tumbuh alami) dan Tikung (membuat dahan buatan untuk memikat lebah Apis dorsata agar bersarang). Proses panen ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan diiringi dengan lantunan syair atau mantra tradisional untuk menenangkan lebah agar tidak menyengat. 3. Keahlian Menenun Kain Sidan Bagi perempuan Dayak Iban di Kapuas Hulu, menenun bukan sekadar mata pencaharian, melainkan identitas dan tradisi turun-temurun. Tenun Sidan adalah salah satu mahakarya tekstil khas daerah ini. Kain ini dibuat dengan teknik menenun yang rumit menggunakan pewarna alami dari akar dan dedaunan hutan. Motif yang dihasilkan sangat khas dan cerah, sering kali menceritakan hubungan manusia dengan alam dan leluhur. 4. Tradisi Bekarang Ikan Saat musim kemarau tiba dan air di Danau Sentarum atau sungai-sungai mulai surut, masyarakat Kapuas Hulu memiliki tradisi Bekarang . Ini adalah kegiatan menangkap ikan beramai-ramai menggunakan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan seperti bubu , jala, atau tangguk. Tradisi ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat setempat dalam mencari bahan pangan. 5. Tari Pingan (Tari Piring khas Dayak) Jika Sumatera Barat punya Tari Piring, Kapuas Hulu juga memiliki Tari Pingan yang merupakan tarian tradisional masyarakat Dayak Mualang dan Iban. Tarian atraktif ini menggunakan piring batu berwarna putih dan biasanya diiringi oleh alunan musik tradisional yang rancak. Tari Pingan umumnya dipertunjukkan untuk menyambut tamu kehormatan, perayaan pesta panen, atau acara pernikahan. Baca Juga:  Pemprov Kalbar Gelar Operasi Pasar Murah di Kapuas Hulu, Harga Paket Sembako Turun Jadi Rp 50 Ribu (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK