faktakalbar

5.500 Garda Nasional AS Dikerahkan Atasi Dampak Badai Musim Dingin Fern

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 February 2026 📖 2 menit
5.500 Garda Nasional AS Dikerahkan Atasi Dampak Badai Musim Dingin Fern
Faktakalbar.id, WASHINGTON D.C. – Lebih dari 5.500 anggota Garda Nasional dimobilisasi di 16 negara bagian dan Washington untuk menyalurkan bantuan kritis serta memulihkan keamanan bagi warga yang terdampak Badai Musim Dingin Fern, Senin (02/2/2026). Baca Juga:  Remehkan Aksi AS Tangkap Maduro, Veteran Pasukan Khusus Rusia: Itu Operasi “Biasa-Biasa Saja” Sekretaris Pers Pentagon , Kingsley Wilson, dalam video laporan mingguan ( Weekly Sitrep ) departemen menyebutkan bahwa badai tersebut menurunkan salju dan es mulai dari Midwest hingga mid-Atlantic dan wilayah Selatan. Di seluruh negeri, anggota garda telah menyelamatkan ratusan pengendara yang terjebak di jalanan licin, mendukung otoritas lokal dengan patroli dan logistik, serta mengawal tenaga kesehatan esensial ke rumah sakit. Wilson juga menyoroti kinerja luar biasa Garda Nasional di ibu kota negara. Prajurit yang sebelumnya dimobilisasi untuk tugas pencegahan kejahatan federal sebagai bagian dari misi D.C. Safe and Beautiful langsung beralih ke respons tanggap darurat badai. "Saat puncak badai mereda, pasukan garda tetap waspada tinggi terhadap ancaman yang masih ada, mewujudkan semangat pengabdian yang pantang menyerah demi menjaga keamanan negara kita," ujar Wilson. Selain penanganan bencana, Departemen Perang AS juga mengumumkan langkah strategis baru. Wakil Sekretaris Perang untuk Penelitian dan Rekayasa, Emil Michael, resmi membentuk Dewan Inovasi Sains dan Teknologi ( Science and Technology Innovation Board /STIB). Dewan baru ini merupakan hasil penggabungan Dewan Inovasi Pertahanan dan Dewan Sains Pertahanan guna mempercepat proses pengambilan keputusan dan pengiriman teknologi terbaru bagi prajurit. Baca Juga:  Amerika Berhenti Jadikan China Musuh Utama Dalam perkembangan lain, Sekretaris Perang Pete Hegseth menghadiri rapat kabinet pertama Presiden Donald J. Trump tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Hegseth memuji efek jera dari keberhasilan militer AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya. "Tidak ada militer lain di dunia... yang dapat melakukan serangan paling canggih dan kuat, tidak hanya dalam sejarah Amerika, saya berani katakan dalam sejarah dunia," tegas Hegseth. Hegseth menambahkan bahwa koordinasi serangan tersebut sangat presisi, melibatkan operasi senyap di negara lain dan di pangkalan yang sangat aman. Terakhir, dilaporkan juga bahwa Joint Task Force Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap kapal yang dioperasikan oleh organisasi teroris di Pasifik Timur pada 23 Januari lalu. Operasi tersebut menewaskan dua teroris narkoba yang terkonfirmasi melintasi rute perdagangan narkoba. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK