faktakalbar

58 Orang Tewas Akibat Banjir Aceh

Penulis: Redaksi Friday, 16 January 2026 📖 2 menit
58 Orang Tewas Akibat Banjir Aceh
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai penanganan bencana di Indonesia hingga Kamis (15/1). Laporan tersebut menyoroti dampak besar banjir di Provinsi Aceh serta sulitnya pengiriman logistik di Maluku Utara. Banjir yang merendam beberapa kabupaten di Aceh sejak awal tahun ini masih menyisakan masalah serius. Kabupaten Aceh Timur menjadi wilayah terparah dengan catatan jumlah korban jiwa yang cukup tinggi. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPB merinci data korban dan dampak kerusakan di wilayah tersebut dalam keterangan resminya. Baca Juga:  Hari Pertama Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang: Siswa SDN 1 Karang Baru Belajar Beralaskan Terpal “Banjir dengan dampak signifikan juga masih terjadi di Kabupaten Aceh Timur sejak Minggu (5/1). Peristiwa ini mengakibatkan 58 korban meninggal dunia dan berdampak pada lebih dari 290 ribu jiwa,” tulis laporan Pusdalops BNPB. Petugas terus melakukan koordinasi dengan instansi teknis untuk merespons kondisi ini. Mereka kini fokus menilai lokasi relokasi untuk membangun hunian sementara bagi para pengungsi. Pemulihan Aceh Utara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara masih memberlakukan status Tanggap Darurat hingga 24 Januari 2026. Data menunjukkan banjir di wilayah ini berdampak pada lebih dari 433 ribu jiwa. Tim gabungan kini memprioritaskan pembersihan fasilitas umum. “Penanganan difokuskan pada pembersihan fasilitas umum dan sosial, pembangunan 815 unit hunian sementara, serta pembangunan 10 unit sumur bor, dengan pendampingan dari tim gabungan BNPB,” tambah laporan tersebut. Kondisi serupa terjadi di Kota Lhokseumawe yang kini berstatus Transisi Darurat. Petugas memulihkan keadaan dengan menyalurkan dana tunggu hunian dan membangun 67 unit hunian sementara. Logistik Halmahera Lewat Laut Sementara itu bencana banjir dan tanah longsor memutus jalan di Halmahera Barat, Maluku Utara. Situasi ini memaksa tim gabungan mencari jalur lain untuk menyalurkan bantuan kepada warga. “Saat ini, jaringan listrik dan telekomunikasi telah kembali normal, sementara distribusi logistik ke wilayah yang masih terisolir dilakukan melalui jalur laut,” jelas BNPB. Baca Juga: Percepat Pemulihan Bencana, KRI Banda Aceh-593 Debarkasi Alat Berat di Lhokseumawe Direktorat Pengelolaan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB telah turun langsung ke lokasi. Mereka mendampingi perangkat daerah di Posko Siaga Bencana Desa Gamomeng, Kecamatan Sahu Timur. BNPB meminta masyarakat terus waspada terhadap potensi bencana susulan. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK