Abaikan Protes Israel, Trump Serius Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki
Faktakalbar.id, FLORIDA –
Presiden
Amerika Serikat,
Donald Trump
, membuat pernyataan mengejutkan dengan mengaku tengah mempertimbangkan secara serius rencana penjualan jet tempur canggih
F-35
ke Turki.
Rencana ini diungkapkan Trump justru di tengah kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke
Florida
pekan ini, yang secara tegas menolak ide tersebut.
Baca Juga:
Sinyal ‘Rujuk’ Menguat, AS Sebut Turki Bisa Kembali ke Program F-35 dalam 6 Bulan
Trump menyebut bahwa opsi untuk membuka kembali keran ekspor alutsista kelas atas tersebut sedang dikaji mendalam oleh pemerintahannya.
"Kami sedang mempertimbangkannya dengan sangat serius,"
ujar Trump terkait kesepakatan tersebut, Rabu (31/12/2025).
Kekhawatiran Israel
Langkah ini memicu ketegangan diplomatik dengan Israel.
Para pejabat di Tel Aviv menilai kepemilikan F-35 oleh Turki akan memberikan keuntungan strategis yang signifikan dalam potensi konflik regional, terutama mengingat kedua negara saat ini tengah berselisih pandangan terkait situasi di perbatasan Suriah.
Baca Juga:
Eksperimen di Atas Genosida: Mengungkap Sisi Bisnis di Balik Penjajahan Israel di Palestina
"Pejabat di Israel berpendapat bahwa pesawat tempur F-35 akan menguntungkan Turki dalam potensi perang. Saat ini Israel dan Turki tengah berselisih soal Suriah, yang berbatasan dengan kedua negara tersebut,"
jelas laporan tersebut.
Hubungan Trump-Erdogan
Menanggapi kekhawatiran potensi konflik antara Israel dan Turki, Trump justru menepisnya dengan santai.
Ia menekankan hubungan personalnya yang hangat dengan Presiden Turki,
Recep Tayyip Erdogan
, yang disebutnya sebagai sahabat baik, meskipun Erdogan kerap melontarkan kritik keras terhadap agresi Israel di Gaza.
"Trump menyebut Erdogan sebagai 'teman yang sangat baik'. 'Kami tidak akan mengalami masalah. Tidak akan terjadi apa-apa,' kata Trump," kutip pernyataan presiden AS tersebut.
Sebagai informasi, pada 2019 lalu, Amerika Serikat sempat mengeluarkan Turki dari program pengembangan pesawat siluman F-35.
Keputusan itu diambil setelah sekutu NATO tersebut bersikeras membeli sistem pertahanan rudal
S-400
dari Rusia.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.