faktakalbar

Abdul Wahid Jadi Pemimpin Keempat Riau yang Ditangkap KPK

Penulis: Redaksi Thursday, 06 November 2025 📖 1 menit
Abdul Wahid Jadi Pemimpin Keempat Riau yang Ditangkap KPK
Faktakalbar.id, PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) kembali turun tangan di Bumi Lancang Kuning. Lembaga antirasuah ini mengkonfirmasi telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Abdul Wahid (AW) pada tahun 2025. Penangkapan ini seolah mengulang sejarah dan menambah panjang catatan kelam korupsi yang melibatkan pimpinan di Provinsi Riau. Baca Juga: Terjaring OTT KPK, Ini Rincian Harta Kekayaan Gubernur Riau Abdul Wahid AW menjadi pemimpin keempat dari Riau yang harus berhadapan dengan proses hukum oleh KPK. Sejarah mencatat, dalam empat kali pergantian era kepemimpinan di Riau, empat kali pula KPK harus turun tangan untuk mengusut tuntas praktik lancung yang terjadi. Fenomena ini menyoroti masalah integritas serius yang terus membayangi tata kelola pemerintahan di daerah tersebut. Jejak penindakan KPK di Riau memiliki riwayat panjang: Tahun 2008: Saleh Djasit terjerat dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran. Tahun 2013: Rusli Zainal harus berhadapan dengan hukum. Ia terbukti terlibat dalam dua kasus besar sekaligus, yaitu suap Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau dan korupsi terkait izin kehutanan. Tahun 2014: Hanya berselang setahun, giliran Annas Maamun yang ditangkap KPK atas kasus suap terkait alih fungsi lahan. Tahun 2025: Abdul Wahid menjadi nama terbaru yang ditangkap melalui OTT, melanjutkan tren suram bagi kepemimpinan di Riau. Rentetan penangkapan pimpinan daerah ini menunjukkan bahwa transparansi dan integritas masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Riau untuk dapat lepas dari bayang-bayang korupsi. Baca Juga: Pasca-OTT Gubernur Riau, KPK Angkut 9 Orang ke Gedung Merah Putih Publik kini menanti keseriusan pemerintah daerah dan pusat dalam membenahi tata kelola pemerintahan agar catatan kelam korupsi ini tidak terus berulang di masa mendatang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK