Akses Pulih, Tim Gabungan Rampungkan Jembatan Sementara di Gayo Lues Gunakan Kayu Sisa Banjir
Faktakalbar.id, GAYO LUES -
Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten
Gayo Lues
, Provinsi Aceh, terus dipercepat.
Tim gabungan yang terdiri dari personel
Polres Gayo Lues
, Polsek Rikit Gaib, dan masyarakat setempat berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan sementara di Desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib.
Baca Juga:
Kebut Akses Warga, TNI dan Dinas PU Bangun Jembatan Penghubung di Deli Serdang: Progres Tembus 50 Persen
Pengerjaan jembatan darurat ini dimulai sejak Senin (22/12) dan dinyatakan rampung serta dapat dilalui pada Rabu (24/12/2025).
Langkah taktis ini diambil untuk membuka kembali isolasi wilayah setelah jembatan utama, Jembatan Atu Peltak, terputus total akibat terjangan arus banjir bandang beberapa waktu lalu.
Manfaatkan Material Sisa Banjir
Berdasarkan penuturan warga Desa Penomon Jaya, inisiatif pembangunan ini sangat mendesak demi memulihkan akses penghubung warga. Menariknya, dalam proses konstruksi, tim gabungan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar lokasi.
“Langkah cepat ini diambil sebagai upaya sementara pemulihan akses penghubung warga, mengingat Jembatan Atu Peltak mengalami kerusakan hingga terputus akibat terjangan arus banjir bandang,” ungkap perwakilan warga setempat.
Tim gabungan menunjukkan kreativitas dan ketangguhan dengan mengumpulkan material kayu berbagai ukuran yang hanyut terbawa banjir.
Kayu-kayu tersebut kemudian dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk pijakan jembatan yang kokoh. Pemanfaatan material ini menjadi solusi efektif untuk jembatan sementara dengan tetap memprioritaskan aspek keamanan dan keselamatan pelintas.
Baca Juga:
Jembatan Kutablang Masih Putus, BNPB Fasilitasi Perahu Karet Gratis untuk Distribusi Logistik
Kendala Pengangkutan Jembatan Bailey
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengupayakan solusi jangka panjang berupa pemasangan jembatan rangka baja atau
bailey
.
Namun, proses ini masih menemui kendala di lapangan. Akses darat yang belum pulih sepenuhnya menyulitkan kendaraan berat untuk mengangkut peralatan dan material jembatan
bailey
menuju lokasi.
Sebagai solusi, tim gabungan saat ini fokus melakukan pembukaan akses jalan alternatif, salah satunya di wilayah Pining. Upaya ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi alat berat dan logistik ke depannya.
Sinergitas antarunsur
pentahelix
(pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media) dinilai menjadi modal krusial dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Gayo Lues.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.