Sebut Terinspirasi Rencana Israel, Menlu AS Ungkap Alasan Serang Iran Lebih Dulu
Faktakalbar.id, WASHINGTON D.C. (02/03/26) -
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat,
Marco Rubio
, menyatakan bahwa serangan militer yang diluncurkan pihaknya ke Iran dilakukan karena "terinspirasi" dari rencana Israel.
Baca Juga:
Pakar Ingatkan Dampak Ekonomi Nasional Jika Konflik AS-Israel dan Iran Berlangsung Lama
Rubio mengakui bahwa Washington telah mengetahui rencana Israel untuk menggempur Iran dan memprediksi adanya serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Menurut Rubio, keputusan untuk meluncurkan serangan pendahuluan (
preemptive strike
) diambil guna mengantisipasi jatuhnya korban yang lebih besar di pihak Amerika Serikat.
Ia menegaskan bahwa jika AS tidak bertindak lebih dulu sebelum Iran melancarkan serangan balasan atas aksi Israel, maka risiko bagi pasukan Amerika akan sangat tinggi.
"Kami tahu bahwa akan ada aksi dari Israel. Kami tahu hal itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Dan kami tahu, jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan mengalami korban yang lebih besar,"
ujar Rubio di Capitol Hill, Senin (2/2/2026), sebagaimana dikutip dari
Al Jazeera
.
Pernyataan ini muncul sesaat sebelum militer AS mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan balasan Iran telah meningkat menjadi enam orang.
Rubio berdalih bahwa meskipun AS dan Israel menyerang lebih dulu, langkah tersebut bertujuan untuk menggagalkan ancaman langsung dari Teheran yang dituding tengah menimbun rudal dan drone untuk melindungi program nuklir mereka.
Pihak Iran sendiri secara konsisten membantah tuduhan pengembangan senjata nuklir dan menyatakan bahwa program mereka murni untuk tujuan damai.
Baca Juga:
Pangkalan Militer Perancis di Abu Dhabi Rusak Akibat Serangan Pesawat Nirawak Iran
Namun, Rubio mengklaim tujuan utama operasi militer ini adalah menghancurkan kapabilitas rudal dan nuklir Iran, sembari mengisyaratkan dukungan terhadap pergantian rezim di Teheran.
Sebagai informasi, AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan pada 28 Februari lalu yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Kematian tersebut telah dikonfirmasi oleh Iran pada hari Minggu, yang kemudian disusul dengan serangan balasan dari Pasukan Garda Revolusi Islam terhadap aset militer AS dan Israel di kawasan tersebut.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.