faktakalbar

Alissa Wahid: Gelar Pahlawan Soeharto Khianati Reformasi 1998

Penulis: Redaksi Tuesday, 11 November 2025 📖 1 menit
Alissa Wahid: Gelar Pahlawan Soeharto Khianati Reformasi 1998
Faktakalbar.id, NASIONAL - Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto menuai kritik keras dari Jaringan Gusdurian. Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menilai langkah pemerintah tersebut merupakan pengkhianatan terhadap demokrasi dan gerakan reformasi 1998. Alissa menegaskan, meski Soeharto memiliki jejak dalam pembangunan, memori kolektif bangsa menunjukkan hal sebaliknya. Ia menyebut selama 32 tahun berkuasa, rezim Orde Baru (Orba) pimpinan Soeharto terlibat dalam berbagai tindakan yang mencederai nilai kepahlawanan. Baca Juga:  Termasuk Gus Dur, Soeharto, dan Marsinah, Ini 10 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2025 Menurutnya, rezim Orba telah melakukan berbagai dosa besar demokrasi, mulai dari pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, represi politik, hingga pemberangusan kebebasan sipil. "Ini membuatnya tidak memenuhi syarat integritas moral dan keteladanan seperti yang dimaksud Pasal 25 UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan," kata Alissa dalam keterangan tertulis, Senin (10/11/2025). Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyatakan Jaringan Gusdurian secara tegas menolak pemberian gelar tersebut. Pihaknya juga menyayangkan langkah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai lebih didasari relasi keluarga dan politik ketimbang alasan yang arif. "Gelar tersebut hanya diberikan kepada tokoh yang tepat dan layak, yaitu mereka yang teguh memegang nilai moral, yang mengorbankan diri untuk kemaslahatan rakyat, dan bukan sebaliknya," ujar Alissa. Soeharto ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada Senin (10/11/2025) bersama sembilan tokoh lain, termasuk Gus Dur dan aktivis buruh Marsinah, yang tewas pada masa Orba. Di sisi lain, pihak pemerintah menilai pro dan kontra adalah hal lumrah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengajak seluruh pihak untuk memandang jasa pemimpin terdahulu. Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan semua nama yang diusulkan, termasuk Soeharto, telah memenuhi syarat. Baca Juga:  5 Alasan Kontroversial Kenapa Soeharto Dianggap Tak Layak Diberi Gelar Pahlawan Nasional (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK