faktakalbar

Amerika Berhenti Jadikan China Musuh Utama

Penulis: Redaksi Monday, 26 January 2026 📖 2 menit
Amerika Berhenti Jadikan China Musuh Utama
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) resmi mengubah arah kebijakan militernya secara drastis pada awal tahun 2026. Melalui dokumen Strategi Pertahanan Nasional ( National Defense Strategy ) terbaru, Amerika Serikat memutuskan untuk tidak lagi menempatkan China sebagai prioritas keamanan utama. Langkah ini mengakhiri fokus konfrontasi yang selama ini mewarnai hubungan kedua negara adidaya tersebut dalam satu dekade terakhir. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil langkah ini karena menilai strategi lama justru merugikan kepentingan rakyat Amerika. Dokumen setebal 34 halaman itu menjelaskan bahwa Washington kini mengalihkan kekuatan militernya untuk menjaga keamanan dalam negeri dan kawasan Belahan Barat. Baca Juga: Badai Salju Hantam Amerika, Listrik dan Penerbangan Lumpuh Pentagon menilai ancaman nyata justru datang dari pengabaian terhadap perbatasan dan wilayah sekitar Amerika sendiri. Fokus Amankan Wilayah Sendiri Perubahan strategi ini menandai era baru di mana Amerika Serikat lebih mementingkan stabilitas domestik daripada dominasi global. Pentagon menyebutkan bahwa keamanan dalam negeri Amerika Serikat ( Homeland Security ) dan kawasan Belahan Barat kini menjadi perhatian utama departemen tersebut. Washington menyadari bahwa mereka telah terlalu lama mengabaikan kepentingan konkret warga negaranya demi mengejar pengaruh di luar negeri. Jamin Akses Jalur Penting Strategi baru ini juga menekankan penguasaan jalur logistik dan pertahanan di dekat wilayah Amerika. Pentagon menegaskan bahwa militer akan menjamin penguasaan penuh atas akses komersial di titik-titik vital seperti Terusan Panama, Teluk Amerika, hingga Greenland. Dokumen tersebut memuat pernyataan tegas mengenai tujuan operasional baru ini. "Kami akan menjamin akses militer dan komersial AS ke wilayah-wilayah penting," tulis Pentagon dalam laporannya. Kebijakan ini berbeda jauh dengan strategi tahun 2018 dan 2022. Pada masa itu, Amerika Serikat secara agresif menyebut China sebagai ancaman multi-domain dan kekuatan revisionis yang harus mereka lawan di segala lini. Kini, narasi itu berubah menjadi upaya penguatan internal tanpa memprovokasi konflik global yang tidak perlu. Kurangi Bantuan untuk Sekutu Dampak dari kebijakan ini sangat serius bagi negara-negara sekutu Amerika Serikat di Eropa dan Asia. Dalam strategi baru ini, Pentagon menyatakan akan menawarkan dukungan yang lebih terbatas kepada negara mitra. Baca Juga:  Libur Imlek China Guncang Rantai Pasok Global  Washington menuntut sekutunya untuk membangun kekuatan pertahanan secara mandiri dan tidak lagi bergantung penuh pada payung keamanan Amerika. Keputusan ini menegaskan bahwa Amerika Serikat menolak melanjutkan peran sebagai polisi dunia yang menghabiskan anggaran besar untuk negara lain. Mereka memilih mengalokasikan sumber daya tersebut untuk memperkuat infrastruktur pertahanan domestik yang selama ini mereka anggap terabaikan. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK