faktakalbar

Apple Banting Harga iPhone di China, Kini di Bawah Rp 13 Juta!

Penulis: Redaksi Saturday, 28 June 2025 📖 2 menit
Apple Banting Harga iPhone di China, Kini di Bawah Rp 13 Juta!
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Kabar gembira bagi pecinta gadget di Tiongkok! Raksasa teknologi Apple kini secara resmi berpartisipasi dalam program subsidi pemerintah China, memungkinkan warga setempat untuk membeli iPhone dan perangkat Apple lainnya dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Bahkan, beberapa model iPhone kini dibanderol tidak sampai Rp 13 juta ! Pengumuman ini datang langsung dari situs resmi Apple China, pada Jumat, 27 Juni 2025 pukul 16:00 WIB. Konsumen di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai kini bisa menikmati potongan harga fantastis hingga 2.000 yuan  (setara Rp 4,5 juta) untuk produk-produk pilihan seperti iPhone, iPad, Apple Watch , dan MacBook . Diskon ini berlaku khusus untuk pembelian langsung melalui kanal resmi Apple. Detail Subsidi dan Lokasi Pembelian Bagi warga Shanghai, diskon khusus ini dapat dinikmati dengan melakukan pembelian di salah satu dari delapan toko fisik Apple yang tersebar di kota tersebut. Sementara itu, konsumen di Beijing diberikan kemudahan untuk memanfaatkan subsidi melalui pembelian di toko online resmi Apple, asalkan alamat pengiriman berada di wilayah ibu kota. Baca Juga:   WWDC 2024 Apple Hadirkan Inovasi AI Terbaru untuk Perangkat Apple Apple menjelaskan bahwa model iPhone, iPad, dan Apple Watch tertentu yang memiliki harga jual di bawah 6.000 yuan (sekitar Rp 13 juta) berhak mendapatkan subsidi maksimal 500 yuan (sekitar Rp 1,1 juta). Sementara itu, diskon maksimal hingga 2.000 yuan berlaku untuk beberapa model MacBook. Meskipun produk-produk Apple sebelumnya sudah sering muncul dalam program subsidi melalui platform e-commerce lokal seperti JD.com dan Taobao (milik Alibaba Group), pengumuman kali ini menandai pertama kalinya Apple menawarkan potongan harga melalui kanal ritelnya sendiri di bawah skema subsidi pemerintah, demikian dikutip dari laporan South China Morning Post. Strategi di Tengah Persaingan Ketat Langkah strategis Apple ini terjadi di tengah prediksi penurunan pengiriman iPhone di China sebesar 1,9% pada tahun 2025. Penurunan ini dipicu oleh persaingan yang semakin ketat dari produsen smartphone lokal seperti Huawei dan Xiaomi , serta dampak dari perlambatan ekonomi yang lebih luas di Tiongkok. Menurut firma riset pasar IDC, tidak masuknya sebagian besar model iPhone dalam skema subsidi untuk produk elektronik di bawah 6.000 yuan menjadi salah satu faktor kunci di balik proyeksi penurunan tersebut. Sebaliknya, total pengiriman smartphone di China diprediksi tumbuh 3% tahun ini, didorong oleh peningkatan permintaan untuk ponsel Android berkat subsidi pemerintah. Pada kuartal pertama 2025, pengiriman iPhone di China anjlok 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Apple menjadi satu-satunya vendor di antara lima besar yang mencatatkan penurunan. Di sisi lain, pengiriman smartphone Xiaomi melonjak 39,9%, dan Huawei naik 10% pada periode yang sama. "Pengiriman Apple menurun karena struktur harga premiumnya membuat perusahaan tidak bisa memanfaatkan subsidi," ujar analis IDC, Will Wong. Ia menambahkan, performa Xiaomi didorong oleh subsidi pemerintah yang sangat cocok dengan karakteristik konsumennya yang sensitif terhadap harga. Skema Subsidi Nasional China Skema subsidi nasional ini diluncurkan awal tahun ini oleh pemerintah China dengan tujuan utama mendorong konsumsi domestik. Pemerintah memberikan subsidi sebesar 15% untuk pembelian smartphone, tablet , dan smartwatch dengan harga di bawah 6.000 yuan, dengan batas maksimal subsidi 500 yuan per unit. Subsidi ini secara signifikan menguntungkan model-model iPhone seperti **iPhone 16, iPhone 16e, dan iPhone 15** yang dibanderang mulai 5.999 yuan. Namun, varian iPhone premium seperti seri Pro dan Pro Max sayangnya tidak masuk kriteria karena harganya melebihi batas 6.000 yuan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK