Atraksi Berubah Tegang, Helikopter Super Lynx TLDM Mendarat Darurat di Laut Melaka, Armada Kian Menyusut
Faktakalbar.id, MELAKA –
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 Grup Gerak Khas (GGK)
Angkatan Darat Malaysia
di
Pantai Klebang,
yang mulanya meriah, berubah menjadi momen menegangkan.
Sebuah helikopter jenis Super Lynx milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) terpaksa melakukan pendaratan darurat di perairan Melaka pada Rabu (1/1) malam.
Baca Juga:
Presiden Tajikistan Kecam Keras Serangan Drone ke Kediaman Vladimir Putin
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 22.50 waktu setempat saat pesawat sedang melakukan demonstrasi terbang di hadapan publik.
Beruntung, manuver darurat tersebut berhasil menyelamatkan nyawa seluruh awak.
"The RMN said the incident, which occurred at around 10.50pm, happened while the helicopter was conducting a demonstration flight in conjunction with the 60th Anniversary Celebration of the Malaysian Army’s Special Warfare Group (GGK),"
tulis laporan kejadian.
Kondisi Kru dan Investigasi
Pihak TLDM mengonfirmasi bahwa terdapat empat orang kru di dalam helikopter saat kejadian.
Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan kini menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Melaka.
Baca Juga:
Tragedi di Ankara: Jet Pribadi Jatuh, Panglima Militer Libya dan Petinggi Angkatan Darat Tewas
"According to a statement, there were four aircrew on board the helicopter, and all were successfully rescued. All crew were then taken to Melaka Hospital for further checks,"
jelas pernyataan resmi.
TLDM segera membentuk dewan penyelidikan untuk menginvestigasi penyebab pasti pendaratan darurat ini dan tengah melakukan operasi penyelamatan (salvage) terhadap bangkai pesawat.
Publik juga diminta untuk tidak menyebarkan video insiden demi menjaga sensitivitas keluarga kru dan kelancaran penyelidikan.
Sorotan Armada yang Menyusut
Insiden ini menambah daftar panjang kehilangan aset udara militer laut Malaysia.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir (2024-2025), TLDM tercatat telah kehilangan tiga unit helikopter.
Kejadian terbaru ini membuat kekuatan armada udara mereka semakin menipis.
"Dalam 2 tahun ini 2024-2025 TLDM telah hilang 3 buah Helikopter dan hanya tinggal 2 AW-139, 4 AS555 Fennce, 5 Super Lynx,"
ungkap data inventaris militer.
Kini, TLDM hanya menyisakan kekuatan operasional berupa 2 unit AW-139, 4 unit AS555 Fennec, dan 5 unit Super Lynx yang tersisa, memicu kekhawatiran terkait kesiapan operasional pertahanan maritim negara tetangga tersebut.
(ra)
Tag:
#kecelakaan helikopter
#Tentara Laut Diraja Malaysia
#Super Lynx
#Pantai Klebang
#Militer Malaysia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.