Aturan Baru Eropa Paksa Desain Ponsel Berubah
Faktakalbar.id, TECHNOLOGY -
Aturan baru di benua
Eropa
akan memaksa
produsen
ponsel pintar mengubah desain perangkat keras mereka secara drastis mulai awal tahun 2027. Kebijakan ini mewajibkan seluruh
perangkat
seluler menggunakan baterai yang mudah pengguna lepas dan ganti secara mandiri.
Regulasi bertajuk hak untuk memperbaiki ini bertujuan memudahkan konsumen saat melakukan perbaikan perangkat di rumah.
Produsen ponsel kemungkinan wajib menyediakan perangkat khusus secara gratis di dalam kotak penjualan agar pengguna bisa membongkar cangkang gawai mereka.
Baca Juga:
Razia Blok Hunian, Petugas Gabungan Sita Enam Ponsel dalam Penggeledahan Rutan Sanggau
Penerapan aturan hukum ini secara aktif akan berdampak besar pada mekanisme produksi massal industri teknologi global. Pabrikan otomatis harus menerapkan standar desain baterai lepas pasang ini untuk produk-produk yang beredar di luar pasar benua Eropa.
Kebijakan revolusioner ini tidak hanya menyasar produk ponsel pintar, tetapi juga sabak digital dan kacamata pintar. Perusahaan permainan video seperti Nintendo juga kabarnya mulai menyiapkan desain baterai konsol yang mudah pengguna ganti.
Pimpinan eksekutif Apple, John Ternus, secara aktif memberikan pandangannya mengenai regulasi perbaikan mandiri ini.
Baca Juga:
Tinggalkan Ponsel, Jadikan Iktikaf Sebagai Detoks Digital Alami
"Kemudahan perbaikan secara terpisah bukan selalu jawaban terbaik, dan membuat produk tahan lama adalah prioritas yang lebih besar dibandingkan membuat yang mudah diperbaiki," ucap John.
Sebagian besar masyarakat menyambut positif kehadiran aturan yang memprioritaskan hak konsumen ini di berbagai forum diskusi daring. Langkah hukum tersebut dinilai sangat efektif menekan jumlah limbah elektronik yang semakin merusak kelestarian alam setiap tahunnya.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.