faktakalbar

Banjir Bandang Terjang Nagari Saniangbaka Solok, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Putus

Penulis: Redaksi Friday, 28 November 2025 📖 2 menit
Banjir Bandang Terjang Nagari Saniangbaka Solok, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Putus
Faktakalbar.id, SOLOK – Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Kabupaten Solok , Sumatera Barat. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut memicu terjadinya banjir bandang yang menerjang Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, pada Kamis (27/11/2025). Dampak dari luapan air bah ini cukup masif dan merusak. Berdasarkan laporan awal dari lapangan, puluhan unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Baca Juga: 3.362 Jiwa Terdampak, Banjir Luapan Sungai Batang Lembang Rendam Kota Solok Bahkan, derasnya arus sungai yang meluap dilaporkan menyeret beberapa rumah warga hingga hanyut terbawa arus. Pantauan di lokasi kejadian memperlihatkan betapa kuatnya hantaman air. Arus sungai yang meluap tidak hanya merusak hunian, tetapi juga menggerus badan jalan dan naik hingga menggenangi pemukiman penduduk. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya saluran irigasi yang membuat volume air di rumah-rumah warga semakin tinggi. Camat Singkarak, Chrismon Dharma, yang langsung turun meninjau lokasi bencana, menyatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada upaya evakuasi warga terdampak dan pendataan kerugian materiil. “Saat ini masih pendataan, data sementara kami ada puluhan rumah yang rusak dan hanyut terbawa arus sungai,” kata Chrismon Dharma di lokasi kejadian. Pemerintah kecamatan bergerak cepat merespons situasi darurat ini dengan menggandeng berbagai instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. “Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD, dan perangkat nagari. Pos darurat juga sudah didirikan,” ungkapnya. Meskipun kerusakan materiil cukup besar, Camat Chrismon menyampaikan rasa syukurnya karena hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Warga yang rumahnya terdampak atau merasa tidak aman telah mengevakuasi diri dan mengungsi ke rumah kerabat terdekat. ”Alhamdulillah saat ini belum ada laporan jiwa. Tapi satu jembatan putus dan jembatan utama juga tidak bisa sementara dilewati kendaraan roda empat,” jelasnya. Terputusnya akses jembatan ini tentu menghambat mobilitas dan distribusi bantuan ke lokasi. Chrismon juga menuturkan bahwa berdasarkan pantauan sementara, nagari yang paling parah terdampak di Kecamatan X Koto Singkarak akibat banjir bandang ini adalah Nagari Saniangbaka dan Nagari Koto Sani. Baca Juga: Banjir dan Longsor Kepung Aceh hingga Sumut, Belasan Warga Meninggal Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK