faktakalbar

Banjir Kalsel Berangsur Surut, Ribuan Warga Balangan dan HSS Mulai Bersihkan Sisa Lumpur

Penulis: Redaksi Tuesday, 30 December 2025 📖 3 menit
Banjir Kalsel Berangsur Surut, Ribuan Warga Balangan dan HSS Mulai Bersihkan Sisa Lumpur
Faktakalbar.id, BALANGAN – Bencana hidrometeorologi berupa banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kini dilaporkan mulai surut. Kondisi membaik ini terpantau terjadi di dua wilayah terdampak cukup parah, yakni Kabupaten Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan ( HSS ). Baca Juga: Belajar dari Siklon Tropis Senyar, BNPB Perkuat Mitigasi Bencana Nataru di Daerah Memasuki hari Minggu (28/12/2025), genangan air yang sebelumnya melumpuhkan aktivitas warga berangsur turun. Saat ini, tim gabungan dari BPBD , TNI, Polri, dan relawan bersama warga setempat mulai fokus melakukan pembersihan lingkungan dari material lumpur dan sampah yang terbawa arus. Di Kabupaten Balangan, banjir yang disebabkan oleh luapan sungai pada Jumat (26/12) sebelumnya berdampak luas pada 25 desa di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Tebing Tinggi, Awayan, Halong, Juai, dan Paringin Selatan. Data mencatat sebanyak 2.626 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 8.371 jiwa merasakan dampak langsung dari musibah ini. Namun, situasi terkini menunjukkan pemulihan yang signifikan. Akses jalan penghubung antar desa kini sudah dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik yang sempat padam kini telah menyala kembali. Begitu pula dengan jaringan internet yang sempat terputus, kini sudah terhubung normal. Kerugian Materil dan Status Siaga Meskipun banjir Kalsel di wilayah Balangan telah surut, dampak kerusakan yang ditinggalkan cukup masif. Tercatat kerugian materil meliputi 2.626 unit rumah warga, 8 akses jalan penghubung, 15 unit fasilitas ibadah, 9 unit fasilitas pendidikan, dan 2 unit fasilitas umum. Merespons kondisi cuaca yang masih dinamis, Pemerintah Daerah setempat mengambil langkah antisipatif. “Bupati Balangan telah menetapkan status keadaan siaga darurat bencana banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung, dan tanah longsor sejak 12 November 2025 sampai dengan 31 Januari 2026 dengan SK nomor 188.45/915/Kum,” demikian keterangan resmi yang dihimpun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan juga telah mengaktifkan posko induk tanggap darurat. Fokus utama saat ini adalah memberikan pelayanan kesehatan dan mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga terdampak. Baca Juga: Semarang hingga Subang Terendam, Cuaca Ekstrem Dominasi Laporan Bencana BNPB Jembatan Putus di Hulu Sungai Selatan Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Banjir yang menerjang pada Sabtu (27/12) akibat curah hujan tinggi kini telah surut. Sebelumnya, air menggenangi empat kelurahan dan tiga desa yang tersebar di Kecamatan Kandangan dan Loksado. Berdasarkan kaji cepat BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sebanyak 4.161 jiwa dan 2.946 unit rumah terdampak. Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan terjadi, yakni satu unit jembatan putus dan satu fasilitas pendidikan terendam. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Hulu Sungai Selatan tengah berupaya melakukan penanganan darurat terhadap jembatan yang terputus di Desa Tumingki, Kecamatan Loksado. Putusnya akses ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi bantuan logistik. Guna memudahkan koordinasi, pengumpulan bantuan sementara dipusatkan di Polsek Loksado. BPBD setempat juga telah mendirikan posko induk di lapangan basket Kandangan untuk memantau situasi terkini banjir Kalsel. Imbauan Kesiapsiagaan Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi yang masih mengintai selama musim hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan tegas kepada pemerintah daerah dan masyarakat. BNPB meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir susulan, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Langkah mitigasi mandiri dapat dilakukan dengan memangkas pohon yang rapuh, memeriksa kekuatan struktur bangunan, serta mengamankan dokumen berharga dan elektronik di tempat tinggi. “Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman,” bunyi imbauan kesiapsiagaan tersebut. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK