faktakalbar

Banjir Lahar Dingin Lewotobi Laki-laki Terjang Flores Timur, Jalan Trans Flores Lumpuh

Penulis: Redaksi Wednesday, 30 July 2025 📖 2 menit
Banjir Lahar Dingin Lewotobi Laki-laki Terjang Flores Timur, Jalan Trans Flores Lumpuh
Faktakalbar.id, FLORES – Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan puncak Gunungapi Lewotobi Laki-laki telah memicu banjir lahar dingin yang menerjang wilayah Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur. Hujan deras yang turun sejak Senin (28/7/2025) membawa material vulkanik berupa pasir, kerikil, dan batuan sisa erupsi sebelumnya. Banjir lahar dingin ini dilaporkan melanda dua desa, yaitu Desa Nurabelen dan Desa Dulipali. Di Desa Nurabelen, aliran lahar melewati empat jalur sungai yang telah dinormalisasi. Baca Juga: Waspada Bencana Akhir Juli 2025: BNPB Laporkan Karhutla dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Sementara di Desa Dulipali, yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB), aliran lahar dingin masuk hingga ke pemukiman warga dan menutup total badan jalan negara Trans Flores yang menjadi penghubung vital antara Kabupaten Flores Timur dan Sikka. Meskipun lahar masuk ke area pemukiman, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini. Warga Desa Dulipali telah lebih dulu mengungsi sejak erupsi besar Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi pada Senin, 7 Juli2025 lalu. Namun, dampak signifikan terasa pada arus lalu lintas yang lumpuh akibat endapan lumpur tebal dan tumpukan material vulkanik di jalan. Menanggapi kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk meninjau dampak kerusakan. Proses pembersihan material segera dilakukan dengan mengerahkan alat berat serta berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan lokal untuk mempercepat pemulihan akses jalan dan mengurangi bahaya banjir lahar dingin susulan. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level IV (Awas). Baca Juga: BNPB: Karhutla Meluas di Sumbar dan Sumut, Total 970 Hektare Terbakar Erupsi terakhir yang tercatat pada 7 Juli lalu menghasilkan kolom abu setinggi 18.000 meter di atas puncak, menjadi yang tertinggi sejak tahun 2023. Pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat akan potensi risiko yang ada. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dan sektoral barat daya-timur laut sejauh 7 km dari puncak kawah. Secara khusus, menyikapi bahaya banjir lahar dingin yang masih mengancam, warga diminta untuk selalu waspada dan menjauhi area di sepanjang jalur sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat hujan turun. Segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika hujan deras terjadi lebih dari 1 jam. Baca Juga: Gempa Probolinggo dan Karhutla Sumatera: Rangkuman Bencana Terkini dari BNPB (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK