Banjir Padang Pariaman Meluas, Air Kembali Naik Rendam 3 Ribu Rumah Warga
Faktakalbar.id, NASIONAL
– Situasi bencana
hidrometeorologi
di Sumatera Barat kian mengkhawatirkan.
Curah hujan tinggi yang mengguyur tanpa henti menyebabkan banjir di Kabupaten Padang Pariaman tak kunjung surut, bahkan dilaporkan meluas hingga Senin (24/11/2025) pagi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, air yang sempat surut pada Minggu malam kembali naik pada Senin pagi akibat hujan yang masih terus turun.
Ketinggian muka air saat ini bervariasi antara 30 hingga 150 sentimeter, merendam permukiman di 21 nagari yang tersebar di delapan kecamatan.
Baca Juga:
Cegah Bencana Hidrometeorologi, BNPB Kerahkan Ribuan Relawan Lakukan Penanaman Pohon di 4 Provinsi
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa banjir kali ini berdampak signifikan terhadap 3.076 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 9.228 jiwa.
"Sebanyak 3.076 unit rumah terendam. Warga yang mengungsi tercatat sebanyak 258 jiwa yang kini tersebar di beberapa titik aman seperti surau dan rumah kerabat," jelas Abdul Muhari.
Kerusakan infrastruktur pun tak terelakkan.
Akses jalan di depan RSUD Padang Pariaman rusak, dua jembatan penghubung putus, serta satu unit bendungan dan dua saluran irigasi dilaporkan jebol.
Sektor pertanian juga lumpuh dengan 138 hektare lahan sawah dan 26 hektare kebun warga terendam banjir.
Agam dan Subang Turut Terdampak
Selain Padang Pariaman, cuaca ekstrem juga memicu bencana di wilayah lain.
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, luapan sungai akibat pendangkalan dan hujan deras pada Sabtu (22/11) sempat menjebak sembilan warga.
Beruntung, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Banjir di Agam merusak 33 rumah, kafe, serta memutus akses air bersih di tiga kecamatan.
Sementara itu, di Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Subang, Jawa Barat, angin kencang disertai hujan deras yang terjadi sejak Jumat lalu merusak puluhan rumah warga.
Di Kecamatan Blanakan, tercatat 22 rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga sedang, memaksa tim BPBD setempat turun tangan melakukan penanganan darurat.
Imbauan Siaga Bencana
Merespons rentetan kejadian ini, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak lengah. Potensi bahaya hidrometeorologi basah diprediksi masih akan mengintai.
Warga diimbau untuk menyiapkan langkah
mitigasi
mandiri, seperti memangkas pohon yang rawan tumbang di sekitar rumah dan menyiapkan "tas siaga bencana" berisi kebutuhan dasar untuk tiga hari.
Jika hujan deras turun terus-menerus selama lebih dari satu jam, warga yang tinggal di bantaran sungai atau area rawan longsor diminta segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman tanpa menunggu instruksi lanjutan.
Baca Juga:
Cegah Bencana Hidrometeorologi, BNPB Lakukan Mitigasi Vegetasi Tanam 68 Ribu Pohon di DAS Kritis Jawa Tengah
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.