faktakalbar

Dukung Target Pariwisata 2026, Basarnas Siap Perkuat Sistem Keselamatan di Destinasi Wisata

Penulis: Redaksi Wednesday, 14 January 2026 📖 1 menit
Dukung Target Pariwisata 2026, Basarnas Siap Perkuat Sistem Keselamatan di Destinasi Wisata
Faktakalbar.id, JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas ) menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penguatan sektor pariwisata nasional. Baca Juga:   Kerahkan Rescue Car dan Metode ESSAR, Basarnas Pontianak Sukses Temukan Warga Hilang di Sintang Dukungan ini diwujudkan melalui peningkatan kesiapsiagaan serta optimalisasi layanan pencarian dan pertolongan ( Search and Rescue /SAR) di berbagai kawasan destinasi wisata unggulan. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pariwisata yang digelar di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/01/2026). Dalam forum tersebut, pemerintah resmi menetapkan target ambisius untuk sektor pariwisata tahun 2026 sebagai salah satu mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Guna merealisasikan target itu, aspek keselamatan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas vital, terutama di destinasi wisata alam, bahari, dan area yang memiliki kerawanan bencana. Kepala Basarnas menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Baca Juga:   Pimpin Rakornas 2026, Wapres Gibran Dorong Penguatan Pariwisata Berkelanjutan Fokus utama kerja sama ini adalah meningkatkan sistem SAR di kawasan pariwisata melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor yang lebih solid. “Keselamatan wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik dan citra positif pariwisata Indonesia. Basarnas berkomitmen memberikan respons cepat dan profesional dalam setiap operasi SAR, khususnya di destinasi wisata,” tegas Kabasarnas. Selain respons tanggap darurat, Basarnas juga mendorong langkah preventif. Hal ini dilakukan melalui edukasi keselamatan bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata, serta pemetaan potensi risiko di lokasi-lokasi wisata strategis. (fr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK