faktakalbar

Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor Fiktif di Kawasan Berikat, Rokok Diganti Air Mineral

Penulis: Redaksi Tuesday, 25 November 2025 📖 1 menit
Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor Fiktif di Kawasan Berikat, Rokok Diganti Air Mineral
Faktakalbar.id, NASIONAL – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil menggagalkan praktik Ekspor Fiktif Bea Cukai yang dilakukan di kawasan berikat pada beberapa waktu lalu. Kasus ini merupakan tindakan pemalsuan dalam kegiatan ekspor, di mana barang yang dilaporkan untuk diekspor tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (24/11/2025). "Beberapa waktu yang lalu kita berhasil menggagalkan ekspor fiktif yang dilakukan di kawasan berikat. Yang dilaporkan adalah bentuk ekspor rokok, tetapi yang diekspor adalah air mineral," kata Djaka. Saat ini, DJBC masih mendalami alasan ekspor fiktif tersebut dilakukan, termasuk motif di balik upaya mengekspor air mineral dengan dokumen rokok. "Ini perlu menjadi pertanyaan kita bahwa ekspor air mineral itu dilakukan keperluannya untuk apa, masih kita dalami," ucap Djaka. Djaka menyebut, ekspor fiktif berhasil terbongkar berkat pemanfaatan Hico-Scan. Hico-Scan adalah sistem pemeriksaan barang (peti kemas) menggunakan X-ray scanner untuk mempercepat dan mengefisienkan proses pemeriksaan fisik barang impor atau ekspor. "Saat ini di beberapa pelabuhan kita sudah menempatkan Hico-Scan seperti di Tanjung Priok, Tanjung Perak, maupun di Belawan sudah ditempatkan Hico-Scan dan itu sangat-sangat membantu," imbuhnya. Pemanfaatan teknologi canggih ini memperkuat Pengawasan Bea Cukai X-ray terhadap setiap peti kemas yang keluar masuk pelabuhan. Baca Juga:   Petugas Bea Cukai Diduga Lecehkan Penumpang Saat Body Search di Bandara Supadio (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK