faktakalbar

Bela Jokowi, Budi Arie Sebut Utang Woosh Bukan Beban Negara: Itu Investasi!

Penulis: Redaksi Sunday, 26 October 2025 📖 1 menit
Bela Jokowi, Budi Arie Sebut Utang Woosh Bukan Beban Negara: Itu Investasi!
Faktakalbar.id, NASIONAL — Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi , membela Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Woosh) yang kini membebani sejumlah BUMN. Budi Arie menolak jika Jokowi dikaitkan dengan hutang tersebut. Ia menegaskan bahwa kereta cepat itu telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau saya kan ngelihatnya begini, itu sudah berguna kok, berguna buat masyarakat kok," kata Budi Arie usai menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025). Baca Juga:  Jokowi Mangkir di Sidang Ijazah Palsu, Mediator Minta Jangan Hanya Diwakilkan Mantan Menteri Koperasi ini juga membantah anggapan bahwa proyek strategis tersebut dibangun tanpa perencanaan yang matang. Ia yakin proyek Woosh sudah melalui kajian yang memadai. "Itu kan kajiannya sudah dilakukan. Nanti secara teknisnya tanya yang berkompeten ya," ujarnya. Lebih lanjut, Budi Arie tidak setuju jika kereta cepat dianggap membebani keuangan negara. Ia melabeli proyek tersebut sebagai murni investasi . "Enggak, enggak. Ini kan investasi," tegasnya. Budi Arie bahkan memuji Woosh sebagai salah satu karya terbaik bangsa dan mengusulkan agar rutenya diperpanjang hingga ke Jawa Timur. "Enggaklah, itu karya terbaik kok. Harusnya ditambahin tuh kereta cepatnya dari Jakarta ke Surabaya, kalau perlu Banyuwangi," ujarnya. Sebagai informasi, total investasi proyek KCIC mencapai sekitar 7,27 miliar dolar AS (setara Rp 120,38 triliun). Sekitar 75 persen dari nilai proyek tersebut dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun. Baca Juga:  AHY: Utang Whoosh Tak Boleh Hambat Kereta Cepat ke Surabaya & Industri Lokal (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK