faktakalbar

BMKG Ungkap Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia Picu Cuaca Ekstrem

Penulis: Redaksi Tuesday, 16 December 2025 📖 2 menit
BMKG Ungkap Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia Picu Cuaca Ekstrem
Faktakalbar.id, NASIONAL – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan peringatan serius terkait kondisi cuaca nasional. Dalam laporannya kepada Presiden pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025), ia mengungkapkan adanya tiga sistem siklon yang saat ini memengaruhi dinamika atmosfer Indonesia. Baca Juga: Bibit Siklon 91S Terpantau di Barat Lampung, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Fenomena ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. "Saat ini ada tiga sistem siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden," ujar Teuku Faisal Fathani dalam paparannya. Siklon Bakung Menguat Sistem pertama yang menjadi sorotan utama adalah Siklon Bakung yang terpantau tumbuh di wilayah barat daya Lampung. Berdasarkan pemantauan terbaru BMKG, siklon ini menunjukkan tren penguatan dari kategori 1 menjadi kategori 2, meskipun pergerakannya cenderung menjauhi wilayah Indonesia. Faisal menjelaskan, meskipun kategori siklon ini belum mencapai level tertinggi (level 5), dampaknya tidak bisa disepelekan. "Ini kalau siklon yang tertinggi, yang paling berbahaya adalah kategori 5, senyar sendiri hanya kategori 1," jelasnya. Namun, posisi siklon yang terjebak di antara Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaysia, ditambah dengan kumpulan awan yang masif, membuat durasi dampaknya menjadi lebih lama, yakni sekitar 2 hingga 3 hari. Potensi curah hujan yang ditimbulkan sangat ekstrem. "Jadi dibayangkan curah hujan selama 1 bulan, bahkan 1,5 bulan itu turun dalam 1 hari. Dan itu berlangsung 2-3 hari," tambah Faisal. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut meningkatkan eskalasi risiko bencana secara signifikan. "Sehingga kondisi cuaca sangat ekstrim dan eskalasi bencananya itu sangat besar untuk senyar," imbuhnya. Muncul Bibit Siklon Baru Selain Siklon Bakung, BMKG juga mendeteksi dua bibit siklon lainnya yang berkontribusi pada tiga sistem siklon yang mengepung RI saat ini. Bibit siklon 93S teridentifikasi di wilayah selatan Bali, Nusa Tenggara, hingga Jawa Timur. Sementara itu, bibit siklon baru 95S muncul pada siang hari di selatan Papua. Baca Juga: Kalbar Masih “Basah”, BMKG Warning Curah Hujan Tinggi di Sanggau Pertengahan Desember Dinamika atmosfer ini diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa hari ke depan dan telah dilaporkan kepada jajaran menteri terkait untuk antisipasi dini. "Prediksinya dalam 2-3 hari ke depan, kami akan pantau terus dinamikanya, harapannya kita masuk, hingga mendekat lagi yang akan mempengaruhi kondisi curah hujan," terangnya. Faisal memperingatkan bahwa keberadaan fenomena ini akan berdampak langsung pada kondisi perairan dan daratan. "Keberadaan siklon dan bibit siklon ini meningkatkan kondisi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, serta gelombang tinggi di perairan sekitarnya," sebutnya. Sebagai langkah mitigasi, BMKG telah berkoordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD daerah, serta Basarnas. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. "Kami sudah menyampaikan, bekerjasama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas untuk masyarakat tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi," pungkas Faisal. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK