faktakalbar

BNPB Catat 19 Bencana dalam 24 Jam: Banjir, Karhutla hingga Erupsi Gunung Api

Penulis: Redaksi Tuesday, 15 July 2025 📖 3 menit
BNPB Catat 19 Bencana dalam 24 Jam: Banjir, Karhutla hingga Erupsi Gunung Api
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan sebanyak 19 kejadian bencana terjadi dalam periode 24 jam terakhir, mulai dari (14/7) pukul 07.00 WIB hingga (15/7) pukul 07.00 WIB. Jenis bencana yang tercatat meliputi banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta erupsi gunung berapi. Baca Juga: Karhutla Meluas di Sumatra dan Aceh, BNPB Minta Warga Waspada Banjir Landa Sejumlah Daerah Banjir pertama terjadi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, akibat curah hujan tinggi. Bencana ini merendam 87 hektare lahan sawah di Desa Lowa (Kecamatan Lambandia) dan Desa Tumbudadio (Kecamatan Tirawuta). Saat ini, banjir telah mulai surut. Di tempat lain, banjir juga menerjang Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Sebanyak tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kusambi terdampak. Akibatnya, 49 kepala keluarga (KK) terdampak, lima KK terpaksa mengungsi, dan 49 rumah rusak. Status tanggap darurat diberlakukan sejak 19 April hingga 18 Juli 2025. Air di wilayah ini juga sudah mulai surut. Sementara itu, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan 10 orang meninggal dunia. Baca Juga: BNPB Catat 6 Bencana dalam 24 Jam, Warga Diminta Tetap Siaga Sebanyak 1.152 KK atau 4.061 jiwa harus mengungsi (data per 12 Juli 2025). Status tanggap darurat masih berlaku hingga 14 Agustus 2025. BNPB mencatat, aktivitas kegempaan mulai menurun dan terus didampingi oleh tim dari pusat. Karhutla Masih Terus Terjadi di Sejumlah Daerah Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Tanjung Seteko dan Desa Seribanding. Total area terbakar mencapai 1 hektare. Penyebabnya masih dalam penyelidikan aparat. Pada 14 Juli, tim gabungan dari BPBD dan Dinas Damkar berhasil memadamkan 0,4 hektare lahan. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah penyebaran titik api. Di Kalimantan Tengah, karhutla membakar sekitar 111,82 hektare lahan. Dalam 24 jam terakhir, terjadi penambahan seluas 6,5 hektare, namun seluruh area tersebut telah berhasil dipadamkan. Baca Juga: Karhutla hingga Longsor Meluas, Ini Update Terkini dari BNPB Status siaga darurat masih berlaku hingga 8 September 2025. Karhutla juga terjadi di Provinsi Riau, dengan luas lahan terbakar mencapai ±461,76 hektare. Tambahan 11,8 hektare dalam 24 jam terakhir masih dalam proses pemadaman. Status siaga darurat di Riau berlaku sejak 18 April hingga 30 November 2025. Banjir di Karawang dan Imbauan Pencegahan BNPB juga melaporkan banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang berdampak pada 1.324 KK atau sekitar 3.490 jiwa dan merendam lebih dari seribu rumah. Genangan air mencapai tinggi 30–100 cm. Status siaga darurat tingkat provinsi telah ditetapkan sejak 6 Juli hingga 31 Agustus 2025. Baca Juga: Karhutla Dominasi Bencana 11 Juli, BNPB Imbau Pencegahan Dini Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangannya, menyatakan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan ke wilayah terdampak. Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan. “Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan apabila menemukan titik api segera padamkan,” ujar BNPB. BNPB juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan deteksi dini dengan patroli rutin, pengawasan menara, serta pemantauan cuaca secara berkala. Anomali Cuaca Picu Bencana Beragam BNPB menjelaskan bahwa berbagai kejadian bencana saat ini disebabkan oleh anomali cuaca, yaitu kondisi cuaca yang tidak sesuai dengan pola biasanya. Baca Juga: BNPB: Longsor, Banjir, dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah Anomali ini dapat berupa suhu ekstrem, curah hujan tak terduga, hingga kekeringan atau hujan berkepanjangan. “Bencana adalah urusan bersama, maka konsolidasi dan koordinasi seluruh pihak sangat penting, mulai dari pencegahan, tanggap darurat, hingga pemulihan,” tegas BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK