faktakalbar

BNPB dan BP Taskin Sepakat Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Terdampak Bencana

Penulis: Redaksi Thursday, 23 October 2025 📖 2 menit
BNPB dan BP Taskin Sepakat Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Terdampak Bencana
Faktakalbar.id, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) sepakat bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana dan rentan secara sosial ekonomi. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dan Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (22/10/2025). Baca Juga: Raih Penghargaan Kelima, BNPB Perkuat Sinergi Arsip Kebencanaan dengan ANRI Langkah kolaborasi ini didasari oleh tugas dan fungsi kedua lembaga. Sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2007, BNPB memiliki tugas memulihkan sosial ekonomi warga pascabencana melalui Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Sementara itu, BP Taskin, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 163 tahun 2024, memiliki mandat untuk pengentasan kemiskinan secara terpadu di Indonesia. Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa kedua lembaga memiliki semangat yang sama untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan. “BNPB fokus membantu masyarakat terdampak bencana agar dapat pulih dan bangkit, sementara BP Taskin memiliki cakupan yang lebih luas terhadap pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini menjadi penting agar upaya penanggulangan bencana juga dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suharyanto. Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada aspek fisik saja, tetapi harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi. “Kami sepakat bahwa pemulihan masyarakat terdampak bencana tidak cukup hanya mengembalikan mereka ke kondisi sebelum bencana. Justru, bencana bisa menjadi momentum untuk menata ulang sistem ekonomi lokal agar lebih tangguh, inklusif, dan produktif,” ungkap Budiman. Sebagai tindak lanjut, BNPB dan BP Taskin sepakat bersinergi lebih erat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama teknis. Fokus utama kerja sama ini adalah pemanfaatan data. BP Taskin akan mengintegrasikan data kantong-kantong kemiskinan dari Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) dengan data potensi bencana milik BNPB. Baca Juga: Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Kepala BNPB Tinjau Langsung dan Salurkan Bantuan Pemetaan terpadu ini akan membantu kedua lembaga menentukan wilayah prioritas untuk intervensi bersama. Selain data, BP Taskin juga akan mengembangkan skema investasi berdampak sosial ( social impact investment ) dan mendorong kolaborasi dengan filantropi serta sektor swasta untuk mendukung ketahanan ekonomi masyarakat terdampak bencana. “Kami sudah mulai menerapkan pendekatan ini di beberapa wilayah, seperti di Cirebon, dengan mengonsolidasikan lahan pertanian, koperasi, dan rantai nilai industri pangan. Dengan BNPB, kami ingin membawa pendekatan serupa ke daerah-daerah rawan bencana agar masyarakat yang terdampak bisa pulih dan tumbuh lebih kuat,” tambah Budiman. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan program pengurangan risiko bencana berjalan beriringan dengan upaya pengentasan kemiskinan. Tujuannya agar masyarakat terdampak tidak hanya pulih, tetapi juga memiliki ketahanan sosial dan ekonomi yang lebih baik di masa depan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK