BNPB: Rentetan Kejadian Bencana Alam Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) merilis rekapitulasi data kejadian bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia selama periode Jumat (17/4/2026) hingga Sabtu (18/4/2026).
Rangkaian insiden ini meliputi terjangan angin kencang di Kabupaten Deli Serdang, musibah banjir di Kota Tegal dan Jakarta, hingga meluasnya area kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah.
Baca Juga:
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia
Di wilayah Sumatra Utara, hujan lebat yang disertai angin kencang memporak-porandakan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (17/4/2026).
Terjangan cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan tujuh unit rumah warga mengalami rusak ringan dan memutus aliran jaringan listrik setempat. Insiden ini berdampak pada tujuh Kepala Keluarga (KK) atau 29 jiwa, dengan satu orang dilaporkan menderita luka ringan.
Sebagai langkah penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang bergotong royong bersama aparat desa untuk menyalurkan bantuan logistik makanan kepada para korban.
Pada hari yang sama, hujan berintensitas sedang turut memicu banjir di Kota Tegal, Jawa Tengah, sekitar pukul 04.30 WIB. Air menggenangi empat wilayah di Kecamatan Marganda, yakni Kelurahan Kalinyamat Kulon, Krandon, Cabawan, dan Kaligangsa. Akibat genangan tersebut, sembilan unit rumah dan sembilan akses jalan terendam, yang berdampak langsung pada 17 KK atau 36 jiwa. Banjir dilaporkan telah berangsur surut pada pukul 10.00 WIB.
Kejadian bencana alam serupa juga melanda wilayah Daerah Khusus Jakarta. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Kali Ciliwung meluap secara cepat pada Jumat dini hari pukul 01.30 WIB. Air banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 90 sentimeter merendam setidaknya 251 unit rumah di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Insiden ini berdampak pada 766 jiwa. Setelah dilakukan pemantauan dan asesmen oleh BPBD DKI Jakarta, genangan air dipastikan telah surut total pada pukul 17.00 WIB.
Baca Juga:
BNPB Catat 23 Bencana dalam Sehari: Banjir Terjang Pulau Jawa hingga Karhutla Riau Meluas
Sementara itu, ancaman bencana hidrometeorologi kering dilaporkan terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. BNPB menerima laporan insiden Karhutla di Desa Sungai Cabang Barat, Kabupaten Sukamara, pada Jumat (17/4/2026). Lahan berjenis tanah mineral seluas 2,90 hektare hangus terbakar. Tim BPBD Kabupaten Sukamara bergerak cepat melakukan upaya pemadaman secara mekanis menggunakan alat kopyor dan pompa punggung (jet shooter). Peristiwa terbaru ini menambah total luasan area terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah sejak Januari 2026 menjadi 379,76 hektare.
Menyikapi tingginya intensitas kejadian bencana alam di masa peralihan musim, BNPB secara resmi mengimbau masyarakat luas untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti puting beliung, hujan lebat, gelombang tinggi, hingga ancaman bencana geologi.
BNPB juga menekankan pentingnya pencegahan Karhutla dengan meminta warga agar tidak membuka lahan dengan cara pembakaran, menghindari pembakaran sampah sembarangan, serta memastikan puntung rokok telah padam sebelum dibuang. Guna mengantisipasi situasi darurat, warga diimbau untuk menyiapkan tas siaga bencana dan terus memantau pembaruan informasi cuaca dari sumber resmi seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.