faktakalbar

BNPB Rilis Data Bencana 19-20 Januari: Banjir Karawang hingga Longsor Ponorogo

Penulis: Redaksi Tuesday, 20 January 2026 📖 2 menit
BNPB Rilis Data Bencana 19-20 Januari: Banjir Karawang hingga Longsor Ponorogo
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data kejadian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 19 Januari 2026 hingga 20 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, laporan didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang. Baca Juga: BNPB Rilis Data Bencana 18-19 Januari: Banjir dan Angin Kencang Dominasi Wilayah Indonesia Laporan tersebut mencatat rentetan peristiwa alam yang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur dengan dampak yang bervariasi. Banjir Rendam 12 Kecamatan di Karawang Kejadian signifikan dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hujan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap sejak Minggu (18/1). Akibatnya, banjir merendam 27 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Data BNPB mencatat sebanyak 4.304 Kepala Keluarga (KK) atau 13.841 jiwa terdampak, termasuk kelompok rentan yang terdiri dari 374 balita, 86 bayi, dan 77 lansia. Hingga Senin (19/1), tinggi muka air masih bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter. Sebanyak 2.413 jiwa terpaksa mengungsi di tiga titik pengungsian utama, yakni di Kantor Kelurahan Tanjung Pura, Desa Jarang Kugar, dan Desa Purwadana. Petugas gabungan terus melakukan pendistribusian logistik dan evakuasi warga. Baca Juga: Siaga Banjir Jakarta, BNPB Pasok Logistik dan Siapkan Modifikasi Cuaca Lanjutan Korban Jiwa di Bekasi dan Banjir Jepara Masih di Jawa Barat, cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang melanda Kota Bekasi. Peristiwa ini memicu banjir dan pohon tumbang. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus, sementara 197 warga lainnya sempat mengungsi. Saat ini, banjir di Bekasi dilaporkan telah surut dan warga sudah kembali ke rumah. Sementara itu, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, luapan Sungai Jeratus Soluna merendam permukiman di Kecamatan Mlonggo dan Kecamatan Kedung. Sebanyak 1.177 jiwa terdampak. BPBD setempat telah mendirikan dapur umum untuk membantu warga, mengingat belum ada laporan pengungsian di wilayah ini. Longsor Putus Akses di Ponorogo Beralih ke Jawa Timur, hujan deras memicu tanah longsor di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Longsoran pada bahu jembatan Desa Grogol terjadi pada Minggu (18/1) petang dengan dimensi panjang lima meter dan ketebalan 1,5 meter. Akibat kejadian ini, jembatan putus total dan tidak dapat dilalui kendaraan. Sebanyak 500 jiwa dilaporkan terisolasi. Petugas mengimbau warga sekitar untuk waspada karena kondisi tanah yang labil berpotensi memicu longsor susulan. Baca Juga: Cegah Hujan Ekstrem, BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah Imbauan BNPB Menyikapi eskalasi kejadian ini, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan. “Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan serta senantiasa memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” tulis BNPB dalam laporan resminya terkait antisipasi bencana hidrometeorologi. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK