Cek Lokasi Banjir dan Longsor, Kepala BNPB: Penanganan Pascabencana Aceh Harus Tepat Sasaran
Faktakalbar.id, BIREUEN -
Pemerintah Pusat melalui
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) terus mengawal proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, turun langsung ke lapangan untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor berjalan optimal.
Baca Juga:
Tinjau Korban Bencana di Aceh, Kepala BNPB Percepat Huntara dan Salurkan Dana Tunggu Hunian
Dalam kunjungan kerjanya pada Rabu (21/1/2026), Kepala BNPB didampingi oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.
Keduanya memantau langsung perkembangan situasi di dua wilayah terdampak, yakni Kabupaten Pidie Jaya yang masih berstatus tanggap darurat, dan Kabupaten Bireuen yang kini memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
Fokus pada Fasilitas Pendidikan dan Infrastruktur
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan fase penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Rombongan mengawali pengecekan di Kabupaten Pidie Jaya, dimulai dari lapangan MTQ setempat.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah SMAN 2 Meureudu di Gampong Menasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.
Baca Juga:
BNPB Rampungkan Pembangunan Huntara bagi 50 KK di Pidie Jaya
Sekolah ini sempat tertimbun material lumpur akibat banjir. Kepala BNPB memeriksa langsung kondisi fisik bangunan untuk merumuskan langkah cepat agar aktivitas belajar mengajar kembali normal.
“Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara optimal. Kehadiran kami di sini untuk memastikan fasilitas pendidikan tetap dapat digunakan dan merumuskan langkah-langkah pemulihan secepatnya,” ujar pihak BNPB di sela peninjauan.
Koordinasi Pusat dan Daerah
Setelah dari Pidie Jaya, rombongan melanjutkan pemantauan ke Kabupaten Bireuen, tepatnya di Lapangan Cot Gapu.
Di wilayah ini, fokus pengecekan tertuju pada sejumlah infrastruktur vital, termasuk jembatan yang rusak akibat bencana.
Kehadiran Kepala BNPB dan Mendagri ini sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga:
BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Akhir Januari
Hal ini dinilai krusial untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi yang terpadu.
“Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat dan memastikan seluruh tahapan penanganan pascabencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan, berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegas pernyataan resmi dalam kunjungan tersebut.
BNPB memastikan dukungan sumber daya akan terus diberikan hingga kondisi masyarakat dan infrastruktur publik di Aceh benar-benar pulih.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.