Cerita Ibu Aminah: Coba-coba Tanam Sawit di Lahan Bekas Tambang, Kini Tumbuh Subur
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU
– Di tengah kunjungan dalam rangka penyusunan dokumen pemulihan lingkungan pascatambang yang digaungkan dalam program Sosialisasi Desa Cendekia Berbasis Pertambangan Rakyat, muncul satu kisah inspiratif dari seorang warga Desa Beringin,
Kecamatan Bunut Hulu
, Kabupaten Kapuas Hulu.
Namanya Aminah. Perempuan paruh baya ini awalnya hanya berniat mencoba-coba menanam kelapa sawit di lahan bekas tambang emas rakyat yang sudah tidak lagi digarap.
Tanpa banyak teori atau pendampingan ilmiah, Ibu Aminah memanfaatkan lahan bertekstur pasir putih bercampur gambut tersebut dengan menanam secara bertahap, bermodalkan tekad dan rasa penasaran.
“Saya cuma coba-coba saja awalnya. Daripada lahannya kosong, saya tanami sawit. Ternyata tumbuh juga,”
ucap Ibu Aminah dengan senyum lugu, Jumat (30/6).
Baca Juga:
ICMI Kalbar Tinjau Wilayah Pertambangan Rakyat di Kapuas Hulu, Dorong Penyusunan Dokumen Rencana Reklamasi Pasca Tambang
Lahan yang ia manfaatkan mencapai sekitar 20 hektare, dan total sawit yang ditanam berjumlah 2800 bibit. Pohon sawit yang ditanamnya tidak langsung ditanam sekaligus, melainkan bertahap sesuai kemampuan.
Kini, sawit tertua miliknya sudah berumur lima bulan dan tumbuh cukup baik, mengejutkan warga sekitar maupun tim akademisi yang sedang menyusun dokumen Rencana Reklamasi dan Pascatambang (R2PT).
“Waktu itu lihat orang tanam sawit, ya saya ikut juga. Saya pikir ya kalau mati ya sudah, ternyata malah tumbuh,”
ujar Aminah sembari menyiapkan makanan untuk tim kami saat mampir di kediamannya tak jauh dari lahan bekas tambang.
Cerita Ibu Aminah menjadi potret sederhana dari potensi pengelolaan pascatambang berbasis masyarakat. Meski lahir dari ketidaksengajaan, langkahnya memberikan pelajaran penting: bahwa dengan pendekatan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, lahan bekas tambang dapat kembali produktif tanpa merusak ekosistem sekitar.
Program Desa Cendekia Pertambangan Rakyat yang digagas ICMI Kalbar, Untan,
BRIN
, dan
Kalbar Minerals Center
pun diharapkan dapat merangkul lebih banyak warga seperti Aminah, agar masa depan pascatambang di Kalbar tak lagi menyisakan luka, tapi justru harapan.
Baca Juga:
Mengenal Puya’ Pasir Hitam Sisa Hasil Pertambangan Emas yang Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi
(Rdl)
Tag:
#kalbar
#Desa Beringin
#Kalbar Minerals Center
#WPR
#Wilayah Pertambangan Rakyat
#IPR
#Media Online Kalbar
#ICMI Kalbar
#FaktaKalbar.id
#kapuas hulu
#Kalimantan Barat
#BRIN
#Kecamatan Bunut Hulu
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.