Cuaca Ekstrem Awal Juni: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Landa Sejumlah Daerah
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Memasuki awal Juni 2025, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) hingga Kamis (5/6), bencana terjadi di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Jember (Jawa Timur), Trenggalek (Jawa Timur), dan Raja Ampat (Papua Barat Daya).
Angin Kencang di Jember Sebabkan Korban Jiwa
Angin kencang menerjang Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (4/6) pukul 07.00 WIB. Kejadian ini menyebabkan satu korban jiwa.
Seorang warga bernama Kamsiah (61 tahun) meninggal dunia setelah tertimpa bangunan dapur yang roboh. Dapur tersebut sebelumnya diketahui dalam kondisi rapuh.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, BNPB Catat 30 Bencana dalam Sehari
Selain itu, satu unit kandang sapi milik warga juga roboh. Beruntung, tidak ada hewan ternak yang menjadi korban.
Kerusakan material yang dilaporkan meliputi dapur rumah warga dan kandang ternak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember langsung melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan perangkat desa.
Bantuan logistik pun telah disalurkan, mencakup kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, perlengkapan bayi, pakaian, hingga alat masak.
BPBD juga mengerahkan tim Jitupasna untuk melakukan penilaian terhadap kerusakan dan kebutuhan pascabencana.
Hujan Deras Rusak Infrastruktur di Trenggalek
Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, hujan deras pada Rabu (4/6) malam menyebabkan jembatan penghubung antara Desa Bangun dan Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, amblas sekitar pukul 22.15 WIB.
Jembatan sepanjang 23 meter dengan lebar 3 meter itu rusak akibat derasnya aliran sungai yang menggerus pondasi.
Bencana serupa terjadi di Kecamatan Watulimo pada Kamis (5/6), Hujan deras sejak malam sebelumnya menyebabkan banjir setinggi 50 cm melanda Desa Prigi dan Tasikmadu.
Meski air telah surut, infrastruktur ringan mengalami kerusakan dan masih dalam pendataan.
Longsor juga terjadi di Desa Sawahan dan Gemaharjo.
Di Sawahan, longsor dan pohon tumbang menutup sebagian jalur provinsi Durenblondot.
Arus lalu lintas kini diberlakukan sistem buka-tutup, Di jalur alternatif Thukul, longsor juga menutup sebagian jalan namun masih bisa dilewati.
Baca Juga:
BNPB Catat 21 Kejadian Bencana dalam 24 Jam Terakhir, Termasuk Longsor dan Karhutla
BPBD Trenggalek bersama perangkat desa telah meninjau lokasi terdampak dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.
Pemantauan cuaca dan kondisi lapangan dilakukan secara berkala.
Longsor di Raja Ampat, 15 Rumah Terdampak
Sementara itu, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, bencana tanah longsor terjadi pada Senin dini hari (2/6) pukul 01.00 WIT.
Longsor melanda Komplek Perumahan Kodim Waisai, Distrik Waigeo Selatan, Desa Waisal. Ukuran longsor cukup besar, dengan lebar 15 meter, tinggi 30 meter, dan panjang 39 meter.
Sebanyak 15 kepala keluarga terdampak langsung. Total 15 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda.
Penyebab longsor adalah curah hujan tinggi yang berlangsung lama, sehingga tanah menjadi jenuh dan labil.
BPBD Raja Ampat langsung melakukan assessment dan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Hingga kini, proses perbaikan rumah masih berjalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Imbauan BNPB
BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
“Segera cari tempat aman jika muncul tanda-tanda bencana dan ikuti arahan dari BPBD atau aparat setempat,” tulis pernyataan BNPB.
Baca Juga:
BNPB Update Bencana Awal Juni 2025, Sejumlah Daerah Masih Tergenang
Tag:
#Raja Ampat
#Trenggalek
#angin kencang
#Berita Nasional
#hujan deras
#bencana alam
#cuaca ekstrem
#BPBD
#FaktaKalbar.id
#BNPB
#Tanah longsor
#jember
#Kalimantan Barat
#Berita Banjir
#kalbar
#evakuasi bencana
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.