faktakalbar

Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana di Indonesia, BNPB Laporkan Satu Korban Jiwa dan Puluhan Rumah Rusak

Penulis: Redaksi Friday, 17 October 2025 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana di Indonesia, BNPB Laporkan Satu Korban Jiwa dan Puluhan Rumah Rusak
Faktakalbar.id, NASIONAL  – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) merilis laporan perkembangan situasi bencana di Indonesia yang menunjukkan peningkatan signifikan peristiwa yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Dalam periode 15 hingga 16 Oktober 2025, tercatat tujuh kejadian bencana baru yang berdampak luas, dengan Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, Kamis (16/10/25). Baca Juga: Laporan Lengkap BNPB: Rentetan Bencana dari Banjir Hingga Puting Beliung dalam Sepekan Dari serangkaian peristiwa tersebut, bencana paling fatal terjadi di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Banjir bandang menerjang Desa Simpang pada Selasa (14/10) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang lama. Akibatnya, debit air sungai meluap dan merendam permukiman. Nahas, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus deras saat mencoba menyeberangi jembatan. Korban berhasil ditemukan oleh tim BPBD Seluma pada Rabu (15/10) dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan kerusakan parah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sebuah bangunan empat lantai yang sedang dalam tahap pembangunan ambruk dan menimpa bangunan lain di sekitarnya. Akibat insiden ini, satu orang mengalami luka berat. Masih di Jawa Tengah, Kabupaten Demak juga dilanda hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan 55 unit rumah warga rusak dan pohon tumbang di lima kecamatan. Laporan serupa datang dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, di mana cuaca ekstrem menyebabkan 46 rumah rusak ringan dan berdampak pada 52 kepala keluarga (KK). Baca Juga: BNPB: 27 Bencana Landa Indonesia dalam 24 Jam, Jawa Tengah Paling Terdampak Di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, cuaca ekstrem pada Rabu (15/10) bahkan menyebabkan sembilan orang mengalami luka-luka, dengan delapan di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit. Bencana lainnya yang tercatat adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas satu hektare di perkebunan tebu, Kabupaten Kudus, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Melihat dominasi bencana hidrometeorologi, BNPB menekankan pentingnya penanganan bencana di Indonesia secara proaktif. BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. “Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat sistem peringatan dini serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di wilayah masing-masing. Warga diimbau untuk waspada apabila harus beraktivitas di luar ruang saat hujan lebat disertai petir,” demikian bunyi imbauan BNPB dalam laporannya. Langkah cepat dan terpadu dalam penanganan bencana di Indonesia terus dilakukan oleh tim BPBD di setiap daerah terdampak, mulai dari evakuasi korban, pembersihan material, hingga pendataan kerugian. Baca Juga: Angin Kencang dan Banjir Landa Sejumlah Wilayah, BNPB Rilis Update Penanganan Bencana Terkini (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK