Cuaca Ekstrem Picu Bencana Hidrometeorologi di Bima hingga Nias, Satu Warga Meninggal
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) merilis laporan terkini mengenai situasi kebencanaan di Indonesia.
Hingga Senin (22/12/2025) pukul 07.00 WIB, tercatat serangkaian bencana hidrometeorologi basah melanda berbagai wilayah akibat curah hujan intensitas sedang hingga tinggi.
Baca Juga:
Banjir Kalsel hingga Longsor Jabar, Ini Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi dari BNPB
Laporan tersebut mencatat kejadian banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang tersebar mulai dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Utara, Sumatera Utara, hingga Pulau Jawa.
Banjir Rendam Ribuan Jiwa di Bima
Kejadian signifikan dilaporkan terjadi di Kabupaten Bima, NTB. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (20/12) menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman di Kecamatan Belo dan Palibelo.
"Banjir berdampak pada sekitar 603 kepala keluarga atau 1.841 jiwa," tulis laporan BNPB terkait data terdampak di Bima.
Desa yang terdampak meliputi Desa Lido, Ngali, Runggu, Belo, dan Dore. Kerugian materiil mencakup 603 unit rumah, fasilitas pendidikan, kantor desa, serta lahan pertanian warga.
BPBD setempat terus melakukan pendataan dan upaya pembersihan material lumpur menggunakan mobil tangki air.
Sementara itu, di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, luapan Sungai Osion dan Lolotut pada Sabtu (20/12) merendam Desa Bakan dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Sebanyak 19 KK atau 67 jiwa terdampak akibat peristiwa ini.
Banjir Bandang Nias Telan Korban Jiwa
Kondisi memprihatinkan terjadi di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Cuaca ekstrem memicu banjir, tanah longsor, dan banjir bandang di Kecamatan Bawolato.
Setelah banjir awal pada Sabtu (20/12) merusak 14 rumah di Desa Orahua, banjir bandang susulan terjadi pada Minggu (21/12).
"Kejadian ini mengakibatkan satu korban jiwa di Desa Sifaoroasi Uluhou," ungkap laporan tersebut.
Korban meninggal dunia telah dievakuasi, sementara warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman di bawah penanganan BPBD dan pemerintah daerah setempat.
Baca Juga:
Ribuan Rumah di Jatim, Kalsel, dan Riau Terendam Banjir, BNPB Rilis Data Terbaru
Angin Kencang Terjang Jawa
Selain banjir, bencana hidrometeorologi berupa angin kencang melanda wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Sidoarjo, angin kencang pada Sabtu (20/12) merusak 102 rumah, fasilitas umum, dan tempat usaha di Kecamatan Buduran dan Candi.
Kondisi serupa terjadi di Jawa Tengah pada Minggu (21/12). Di Kabupaten Cilacap, angin kencang berdampak pada 32 KK di Desa Tambaksari dan Cipari dengan kerusakan puluhan rumah.
Sementara di Kabupaten Magelang, hujan lebat dan angin kencang merusak delapan rumah di Desa Gantang, Kecamatan Sawangan.
Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB meminta seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Masyarakat diharapkan menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai, lereng rawan longsor, serta memangkas atau mengamankan pohon yang berpotensi tumbang," bunyi imbauan BNPB.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.