faktakalbar

Cuaca Ekstrem Terjang Blora dan Belu, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Terluka

Penulis: Redaksi Saturday, 04 October 2025 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Terjang Blora dan Belu, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Terluka
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) merilis laporan terbaru mengenai dampak bencana cuaca ekstrem yang melanda dua wilayah di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB untuk periode 3 hingga 4 Oktober 2025, Kabupaten Blora di Jawa Tengah dan Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur mengalami kerusakan signifikan akibat hujan lebat disertai angin kencang. Baca Juga: Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Kepala BNPB Tinjau Langsung dan Salurkan Bantuan Dampak Cuaca Ekstrem di Blora Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang menerjang Desa Getas, Kecamatan Kradenan, pada Kamis (2/10). Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerugian material tetapi juga memakan korban luka. Pusdalops BNPB merinci dampak kejadian tersebut dalam laporannya. “Data sementara mencatat, sebanyak enam KK terdampak dengan enam unit rumah mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat satu warga yang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di RS Randublatung,” demikian laporan yang diterima. Menanggapi insiden ini, BPBD Kabupaten Blora bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama berbagai pihak. Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Camat Kradenan, Polsek, Koramil, Satpol PP, PMI, perangkat desa, PLN, hingga warga sekitar langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Baca Juga: BNPB Rilis Data Bencana Terkini, Sejumlah Wilayah Terdampak Hidrometeorologi Penanganan Bencana di Belu Berangsur Pulih Sementara itu, bencana cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (28/9). Hujan lebat dan angin kencang yang datang tiba-tiba berdampak pada dua desa di Kecamatan Tasifeto, yaitu Desa Naekasa dan Desa Persiapan Raidikur. BPBD Kabupaten Belu melaporkan rincian dampak yang ditimbulkan. “Berdasarkan laporan yang dihimpun, sebanyak 18 KK atau 72 jiwa terdampak akibat kejadian ini. Tidak ada laporan korban jiwa. Pasca bencana sebanyak 17 unit rumah rusak ringan tercatat, dengan rincian dua unit rumah di Desa Naekasa dan 15 unit rumah di Desa Persiapan Raidikur.” Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Belu bersama aparat desa dan masyarakat segera melakukan langkah-langkah darurat, termasuk membersihkan pohon tumbang, mendata kerusakan, dan menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban korban. Saat ini, kondisi dilaporkan berangsur pulih meskipun proses pembersihan masih terus dilakukan. Imbauan Kewaspadaan dari BNPB Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana selama musim hujan. “Warga diimbau segera mencari tempat aman ketika terjadi cuaca buruk, menghindari area rawan pohon tumbang, serta menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat,” tegas BNPB dalam keterangannya. BNPB juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk aktif melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti memangkas pohon yang berisiko tumbang dan memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal. Partisipasi aktif semua pihak diyakini dapat mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan pasca bencana. Baca Juga: Bencana Terbaru di Indonesia: BNPB Catat Kejadian Bencana dan Antisipasi Dampak Cuaca (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK