faktakalbar

Daftar 28 Lokasi Potensial untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Penulis: Redaksi Friday, 09 May 2025 📖 2 menit
Daftar 28 Lokasi Potensial untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi 28 lokasi potensial sebagai tapak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di berbagai provinsi di Tanah Air. Target operasional PLTN ditetapkan pada tahun 2030, dengan opsi teknologi yang beragam mulai dari PLTN skala besar hingga reaktor modular kecil (SMR), floating, hingga mikro reaktor. Baca juga:  BRIN dan BMKG Kaji Potensi Tsunami di Lokasi Rencana PLTN Pantai Gosong Lokasi Tapak Potensial PLTN Beberapa lokasi yang sudah dievaluasi dan siap dikembangkan antara lain Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Muria, Jepara. Selain itu, terdapat lokasi terpilih di Kalimantan Barat dan Banten, serta sejumlah tapak potensial di Batam, Pulau Gelasa, Madura, Lombok, dan Kalimantan Timur. Berikut daftar lengkap 28 lokasi potensial beserta kapasitas daya yang direncanakan: Bangka Selatan, Bangka Belitung – 4 GW Bangka Barat, Bangka Belitung – 6 GW Ujung Lemahabang, Jepara, Semenanjung Muria, Jawa Tengah – 7 GW Kramatwatu-Bojanegara, Banten – 4 GW Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara – 4 GW Tanjung Balau, Asahan, Sumatera Utara – 4 GW Bintan, Riau – 0,1 GW Air Hitam, Ketapang, Kalimantan Barat – 4 GW Kuala Jelai, Kalimantan Barat – 4 GW Morowali, Sulawesi Tengah – 3 GW Muna, Sulawesi Tengah – 3 GW Toari, Kolaka, Sulawesi Tenggara – 4 GW Tanjung Kobul, Maba, Halmahera, Maluku – 0,2 GW Merauke, Papua – 0,2 GW Timika, Papua – 0,2 GW Teluk Bintuni, Papua Barat – 0,2 GW Gerokgak, Buleleng, Bali – 0,1 GW Batam, Kepulauan Riau – 0,5 GW Pulau Semesa, Kalimantan Barat – 1 GW Pantai Gosong, Kalimantan Barat – 1 GW Sambas, Kalimantan Barat – 1 GW Kramatjaya, Kendangan, Ketapang, Kalimantan Barat – 4 GW Muara Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat – 4 GW Pagar Mentimun, Ketapang, Kalimantan Barat – 4 GW Kendawangan, Ketapang, Kalimantan Barat – 4 GW Sangata, Kalimantan Timur – 1 GW PPU, Babulu Laut, Kalimantan Timur – 1 GW Samboja, Kalimantan Timur – 1 GW Proses Evaluasi dan Perizinan Tapak Hingga saat ini, hanya PT Thorcon Power Indonesia yang telah mengajukan permohonan persetujuan evaluasi tapak untuk pembangunan PLTN, yaitu di Pulau Gelasa, Bangka Belitung. Namun, dokumen permohonan tersebut dikembalikan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) karena data yang disampaikan belum lengkap, khususnya data terkait geologi dan potensi tsunami. Plt Kepala Bapeten, Sugeng Sumbarjo, menegaskan bahwa evaluasi tapak merupakan proses penting yang mencakup pengumpulan data geologi, vulkanologi, dispersi, tsunami, banjir, topan, gempa bumi, dan ancaman manusia. Perusahaan yang ingin membangun PLTN harus melengkapi seluruh persyaratan sebelum mendapatkan persetujuan. Pemerintah Buka Opsi Teknologi PLTN Beragam Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan pemerintah membuka semua opsi teknologi PLTN yang akan dioperasikan pada 2030. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), tercantum berbagai tipe PLTN mulai dari skala besar, SMR, floating, hingga mikro reaktor. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan PLTN dapat beroperasi lebih cepat, yakni pada 2030, melampaui target komersialisasi sebelumnya yang dijadwalkan pada 2032 dan lebih awal dari rencana semula pada 2039. Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmen serius dalam diversifikasi sumber energi nasional dan pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*/red) Baca juga:  Kajian BRIN dan BMKG: Potensi Tsunami di Pantai Gosong Jadi Perhatian untuk Tapak PLTN Bengkayang

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK