Dampak Cuaca Ekstrem: Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Indonesia
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Sejumlah bencana hidrometeorologi kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia seiring memasuki musim pancaroba. Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir menyebabkan banjir, kerusakan rumah, hingga longsor di berbagai daerah sejak Sabtu (26/4) hingga Minggu (27/4).
Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (26/4) pukul 19.00 WIB menyebabkan banjir di empat kecamatan: Karang Tengah, Sukaluyu, Mande, dan Cianjur. Total wilayah terdampak mencakup 14 desa dan 1 kelurahan, dengan 59 kepala keluarga atau 191 jiwa terdampak.
Kerugian materil yang tercatat antara lain 10 unit rumah terdampak, 2 unit rusak berat, 1 tanggul jebol, dan 1 tiang listrik rusak. Pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat sesuai Keputusan Bupati Cianjur Nomor: 300.2/KEP.384-BPBD/2024 tentang Penetapan Status Siaga Darurat.
Baca Juga: BNPB:
Update Bencana Alam 27 April 2025, Kekeringan hingga Erupsi Gunung Lewotobi
"Tim BPBD langsung melakukan kaji cepat, evakuasi warga, dan membersihkan material sisa banjir bersama warga," ujar perwakilan BPBD Cianjur. Hingga Minggu pagi (27/4), banjir mulai surut dan perbaikan fasilitas umum terus berlangsung.
Bencana serupa juga terjadi di Desa Tiyuh Margomulyo, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, pada Sabtu sore (26/4). Hujan deras disertai angin kencang merusak 71 rumah milik warga. Seluruh rumah mengalami kerusakan berat.
Sekitar 71 kepala keluarga terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Tulang Bawang bersama aparat dan warga setempat langsung turun ke lokasi. "Kami bergerak cepat mengecek lokasi dan bergotong royong melakukan pembersihan," jelas pihak BPBD setempat.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Tambakromo pada Minggu dini hari (27/4). Curah hujan tinggi menyebabkan jebolnya tanggul di tiga desa: Angkatan Lor, Angkatan Kidul, dan Sinomwidodo.
Baca Juga:
Akhir April Dihantam Banjir dan Angin Kencang, BNPB Imbau Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah
Sekitar 60 rumah warga tergenang banjir. Tim BPBD bersama TNI/POLRI dan masyarakat melakukan pengecekan serta gotong royong membersihkan lokasi terdampak. Pada Minggu pagi, banjir mulai surut di dua desa, namun masih ada genangan 5–10 cm di Desa Angkatan Lor.
Di Desa Taman Firdaus, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, longsoran tanah menutup akses jalan pada Minggu sore (27/4). Empat titik longsoran kecil tercatat di Jalan Bintang Berangun, meski jalan masih dapat dilalui.
BPBD Bener Meriah menurunkan Tim Reaksi Cepat serta excavator untuk membersihkan material longsor. "Akses ke jalan utama sudah terbuka, namun jalan ke kebun warga masih tertutup," ujar perwakilan BPBD setempat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim pancaroba. "Masyarakat perlu memperhatikan peringatan cuaca, menjaga lingkungan, dan mempersiapkan peralatan darurat," ujar BNPB dalam keterangan resminya.
Dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah dan memperkuat struktur rumah agar lebih tahan terhadap bencana.
Baca Juga:
BNPB Update Bencana Terbaru: Pergerakan Tanah, Longsor, Banjir, dan Cuaca Ekstrem
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.