Dapat Laporan Langsung dari Putin, Trump Murka Rumah Presiden Rusia Diserang Drone Ukraina
Faktakalbar.id, WASHINGTON –
Ketegangan diplomatik antara
Moskow
dan
Kyiv
kembali memanas dan menyeret perhatian Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat,
Donald Trump,
meluapkan kemarahannya setelah mendapat laporan langsung dari Presiden Rusia,
Vladimir Putin
, bahwa kediaman pribadinya menjadi sasaran serangan
drone
yang diduga diluncurkan oleh Ukraina.
Baca Juga:
Berjubah Dosen, Bersenjata AKS-74: Kisah Olga Kulygina, Mata-Mata Rusia yang Menyusup Sebelum Perang Pecah
Informasi tersebut disampaikan Putin melalui sambungan telepon pada Senin pagi waktu setempat.
Trump menilai tindakan menyerang kediaman kepala negara adalah langkah yang tidak tepat, terutama saat upaya perundingan perdamaian tengah diupayakan.
"Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memberi tahu bahwa kediamannya diduga diserang drone Ukraina pada Senin (29/12)... 'Menyerang itu satu hal,' ujar Trump... 'Menyerang rumahnya itu hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu. Dan saya mengetahuinya dari Presiden Putin hari ini. Saya sangat marah tentang hal itu,'"
ungkap Trump kepada awak media.
Klaim Rusia: 91 Drone Ditembak Jatuh
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, merinci bahwa serangan tersebut terjadi di wilayah Novgorod, sebelah barat ibu kota Moskow, pada 28-29 Desember.
Ia mengklaim Ukraina mengerahkan 91
drone
jarak jauh untuk menargetkan rumah Putin, namun seluruhnya berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara Rusia tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan berarti.
Baca Juga:
Abaikan Protes Israel, Trump Serius Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki
"Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan Ukraina mencoba menyerang rumah Putin di wilayah Novgorod barat ibu kota Moskow pada 28-29 Desember. Ia menambahkan serangan tersebut menggunakan 91 drone jarak jauh, tetapi semua drone berhasil dihancurkan,"
jelas laporan pihak Rusia.
Akibat insiden ini, Rusia menyatakan sedang meninjau ulang posisinya dalam negosiasi damai dan bersumpah akan melakukan balasan.
Bantahan Keras Ukraina
Di sisi lain, pemerintah Ukraina di Kyiv membantah keras tuduhan tersebut.
Mereka menyebut klaim Rusia tidak berdasar dan hanya merupakan taktik untuk menggagalkan proses negosiasi yang sedang berlangsung.
"Kyiv menolak tuduhan itu, menyebutnya tidak berdasar dan bertujuan menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung,"
tulis laporan tersebut.
Meski situasi memanas, Trump tetap menyuarakan keyakinannya bahwa kesepakatan perdamaian antara kedua negara yang bertikai mungkin sudah dekat, walaupun insiden ini menjadi pukulan baru bagi prospek tersebut.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.