Dapur SPPG Tak Higienis, Penyebab Pasti Keracunan 19 Siswa Masih Tunggu Lab BBPOM
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU
- Penyebab pasti dugaan keracunan makanan yang dialami 19 siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di
Kapuas Hulu
masih belum dapat dipastikan.
Hingga saat ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan
(BBPOM) Sanggau
belum mengeluarkan hasil laboratorium terkait sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan tersebut, Jumat (14/11/25).
Baca Juga:
Buntut Dugaan Keracunan Siswa, 5 Dapur MBG di Kapuas Hulu Dinyatakan Tak Higienis
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP KB) Kabupaten Kapuas Hulu, Sudarso, membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi.
"Pastinya semua sampel makanan MBG tersebut, sudah kami serahkan ke BBPOM Sanggau, dan hasilnya kita masih menunggu,"
katanya, Kamis (13/11).
Sebelumnya, sekitar 19 orang anak pelajar di Kecamatan Putussibau Selatan, harus dilarikan ke RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau.
Mereka mendapatkan perawatan medis setelah menyantap makanan MBG dan mengalami muntah-muntah.
Atas kejadian tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) BGI Kabupaten Kapuas Hulu, Sony Deviandi Putra, telah melaksanakan evaluasi.
Pihaknya juga telah menghentikan sementara dapur SPPG di Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, yang mengelola makanan MBG tersebut.
Temuan ini diperkuat berdasarkan hasil pemeriksaan dari Dinkes PP KB Kapuas Hulu.
Baca Juga:
Cetak Sejarah, INKANAS Kapuas Hulu Raih Juara Umum II Kejurda Kalbar 2025
Ditemukan ada sebanyak lima dapur MBG di wilayah Kecamatan Putussibau Utara dan Selatan, dinyatakan belum atau tidak memenuhi syarat higienis sanitasi, baik bagian dalam ruangan dapur maupun di luar dapur.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.